Berbicara mengenai aspek kesehatan di lingkungan pondok pesantren, pada umumnya masih memerlukan perhatian khusus . berbagai penyakit atau masalah kesehatan yang berkaitan erat dengan kebersihan diri dan aspek kesehatan lingkungan pondok kerap diderita santri maupun pengelola. Diare, penyakit infeksi seperti gatal, maag, maupun ISPA merupakan beberapa contoh kasus kesehatan yang umum dijumpai di pondok pesantren. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, salah satunya oleh petugas Puskesmas melalui kegiatan penyuluhan kesehatan maupun edukasi yang diberikan ketika berobat di Puskesmas. Akan tetapi, upaya ini tidak akan maksimal apabila belum ada kesadaran setiap warga pesantren untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.
Berawal dari tingginya kasus penyakit kulit infeksi yang dialami oleh santri , Puskesmas gorang gareng taji yang dipimpin oleh ibu erlik mengadakan kegiatan survei masyarakat desa (SMD), yang mana mensepakati untuk membentuk Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Ponpes Ar Rohman. Kemudian disahkan oleh pimpinan pondok pesantren pada januari 2019.
Untuk mengatasi masalah kesehatan di lingkungan pondok pesantren ar rohamn. Puskesmas gorang gareng taji dan Pondok Pesantren Ar Rohman sepakat untuk membuat inovasi “POSEKU MAH NGETREN” yang merupakan akronim dari posyandu remaja Ar Rohman bersama Pos Kesehatan Pesantren. Diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat termasuk remaja dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan, memperdayakan dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Poskestren ini mempunyai 5 kegiatan utama diantaranya, 1)upaya pencegahan penyakit melalui kebersihan lingkungan, olahraga bersama, serta pemberantasan sarang nyamuk. 2) penyuluhan kesehatan oleh petugas Puskesmas. 3) pelayanan kesehatan sederhana. 4) survei mawas diri yaitu kegiatan survei sederhana mulai dari mengenal, mengumpulkan dan mengkaji data masalah kesehatan. 5) musyawarah masyarakat pondok pesantren.
Selain perbedaan lokasi dan cakupan dengan posyandu remaja pada umumnya (posyandu remaja dilaksanakan di lingkup desa/kelurahan sementara”POSEKU MAH NGETREN” di lingkungan pondok pesantren), terdapat beberapa kegiatan yang merupakan ciri khas yang membedakan dengan posyandu remaja pada umumnya. Kegiatan tersebut adalah posyandu remaja, penanaman sayur hidroponik, nonton bareng (nobar) film edukasi, sambang berlian (sabtu minggu bersihkan lingkungan anda) serta bank sampah yaitu kegiatan mengumpulkan, memilah dan mengolah sampah.
Pesantren yang dipimpin oleh Ustadz Ghufron Abrori ini mendapat apresiasi yang baik dari Dinas Kesehatan Magetan terhadap Poskestren, terbukti dengan kunjungan Dinkes pada november 2019 guna melihat kegiatan yang telah dilakukan. Dari kunjungan tersebut para petugas dinkes merasa terkesan terhadap inovasi kegiatan tersebut, “pengambilan ide sudah cukup sesuai data dan fakta tapi tidak menutup kemungkinan masukan yaitu pemanfaatan dana anggaran Poskestren” kata ibu retno salah satu petugas dinkes.
Setelah kunjungan tersebut, Poskestren mendapatkan penghargaan sebagai juara 1 inovasi UKM se-kabupaten Magetan. Tidak hanya itu, Poskestren Ar Rohman juga mendapatkan juara 2 pada jambore santri Poskestren se- kabupaten Magetan yang diadakan pada agustus 2019.
Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang penting dalam pembentukan karakter anak bangsa, namun juga dapat mencetak motivator dalam hal kesehatan, serta menjadi suri tauladan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.
