Ulin Nuha Pengusaha Muda, Penghasil Puluhan Juta Rupiah - EJAPADMA

14 Juli 2020

Ulin Nuha Pengusaha Muda, Penghasil Puluhan Juta Rupiah


 
            Bermodal tekat mengantarkan Muhammad Ulin Nuha menjadi pengusaha jamur tiram. Usaha jamur tiram yang dirintis oleh Muhammad Ulin Nuha berhasil mengantarkannya menjadi seorang pengusaha muda  dengan penghasilan mencapai puluh juta rupiah. Ulin Nuha seorang pengusaha jamur tiram di desa Mlarak Ponorogo. Tidak hanya itu Ulin Nuha berhasil mengepakkan sayap bisnisnya dengan membuka  ruko olahan jamur di jalan baru Ponorogo.
            Tidak mudah perjalanan yang dilalui untuk mencapai tahap ini. Pengusaha yang akrab disapa Ulin tersebut kerap mendapatkan rintangan yang membawa usahanya menuju ambang kebangkrutan. Ulin Nuha menganggap setiap kegagalan merupakan hal yang lumrah terjadi pada setiap orang. Namun terdapat perbedaan yang dimiliki oleh seorang pengusaha dengan orang biasa.  
Kebanyakan orang akan berhenti dan menyerah apabila dihadapkan dengan kegagalan. Lain lagi dengan orang yang berjiwa pengusaha, seberapa banyak rintangan dan kegagalan yang menghadang sebanyak itu pula dia akan bangkit dan menghadapiya. Berani untuk bangkit dan memulainya lagi merupakan kunci bertahannya usaha yang telah dimulai.
            Rekam jejak usaha jamur tiram Ulin Nuha bermula dari tawaran kerjasama rekannya pada tahun 2014. Adannya kerjasama membuat laki-laki berhidung mancung tersebut yang awalnya pengangguran kini mendapatkan pekerjaan. Ulin Nuha cukup melakukan roses perawatan bibit jamur yang diberikan oleh pemodal. Kemudian setelah panen Ulin Nuha tinggal menjualnya ke pasar yang berada di Ponorogo. Kerjasama tersebut dilakukan dengan sistem bagi hasil sebesar 70 persen untuk pemodal dan 30 persen untuk penjual. Tanpa modal Ulin Nuha mendapatkan keuntungan sebesar 30 persen dari kerjasama tersebut.
            Laki-laki berkulit sawo matang itu mnganggap kerjasama ini sebagai proses belajar dengan tujuan ia dapat melakukannya sendiri dikemudiaan hari. Kerjasama ini mendatangkan banyak pengalaman yang diperoleh Ulin Nuha. Mulai dari cara pembibitan, pembuatan beglog jamur, perawatan, hingga pendistribusian jamur. Kerjasama tersebut hanya berlangsung selama 2 kali saja.
            Setelah Ulin Nuha mengetahui perhitungan dari pembudidayaan jamur ia memutuskan untuk mengakhiri kerjasama. Lalu memulai untuk membuka usaha budidaya jamur tiram sendiri. Dari pembudidayaan jamur tiram terdapat beberapa produk yang dapat ditukarkan oleh Ulin Nuha menjadi pundi-pundi rupiah. Produk tersebut meliputi bibit jamur, beglog jamur, jamur tiram, hingga olahan kripik  dan nugget jamur. Setelah berjalan kurang lebih selama 6 tahun Ulin Nuha berhasil membuka lapak jualan kripik jamur dan memperkerjakan pegawai untuk mengelola jualannya.

Kini fokus laki-laki berusia 25 tahun itu pada penjualan beglog jamur. Usaha kripik jamurnya telah dikelola oleh karyawan  dibawah pengawasannya. Sedangkan nugget jamur dipasarkan ke swalayan yang ada di Ponoro. Pembudidayaan jamur tiram diberinama UD. Berkah Putra Ragil sentra budidaya dan pemasok jamur tiram. UD. Berkah Putra Ragil menjadi satu-satunya tempat pembudidayaan jamur  tiram di Desa Mlarak.
Untuk sekali produksi Ulin Nuha dapat membuat 15.000 beglog jamur. Bahan pokok yang diperlukan pun dapat dijumpai dengan mudah. Bahan pembuatannya meliputi 10 kg bekas gergaji, 10 kg dedak atau makanan sapi, dan 1 kg kapur gamping. Bahan pokok tersebut dicampur dengan air kemudian dimasukkan ke dalam mesin pengaduk. Diamkan adonan selama 24 jam dalam kelembapan suhu 70 – 80 derajat celcius. Setelah  didiamkan  masukkan adonan ke dalam plastik kemudian masukkan ke mesin pengepresan.
Masukkan hasil pengepresan ke dalam oven selama 8 jam dengan suhu 100 derajat celcius. Setelah itu, masukkan bibit jamur ke beglog kemudian lakukan pegepresan atau loging . Perawatan beglog jamur dilakukan selama 40 hari dengan menyemprotkan air bersih satu kali setiap hari. Perawatan tidak hanya berhenti disitu, Ulin Nuha juga memberikan vitamin agar beglog jamur dapat tumbuh sehat. Beglog jamur yang sehat akan dipenuhi dengan akar jamur berwarna putih. Sedangkan beglog jamur yang kurang sehat tidak akan ditumbuhi akar jamur atau akar jamur dapat tumbuh namun tidak  dapat memenuhi ruang yang terdapat di beglog.
Setelah melewati hari ke 40 beglog jamur siap di pasarkan. Beglog jamur di distribusikan ke petani jamur yang berada di wilayah Ponorogo. Relasi yang dibangun Ulin Nuha semakin banyak hingga Ulin mendapatkan pesanan beglog jamur dari luar kota. Seperti Pacitan, Madiun, Ngawi, Trenggalek, dan Kediri turut mendapat pasokan beglog jamur dari Ulin Nuha.


Usaha budidaya jamur membuat perekonomian Ulin berserta keluarga mengalami kemajuan. Setiap kali panen Ulin berhasil mengantongi keuntungan puluhan juta rupiah. Meski banyak uang pengusaha jamur tiram tersebut tetap menjalani kehidupannya secara sederhana. Tidak ada rumah dan mobil mewah yang ada hanyalah sepetak rumah, yang ia jadikan tempat usaha dan mendatangkan keuntungan.
            Berkat kegigihannya dalam bekerja, Ulin berhasil membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga disekitar rumahnya. Ulin memberikan modal berupa beglok jamur bagi warga yang mau membuka usaha jamur. Laki-laki dengan perawakan tidak terlalu tinggi tersebut tidak meminta keuntungan dari warga yang mendapatkan bantuan modalnya. Hal itu dilakukan Ulin agar warga sekitar  mendapatkan sedikit kesejahteraan dalam perekonomianya.
            Ulin Nuha meminta kepada generasi muda untuk tidak merasa malu dan minder terhadap pekerjaan yang digelutinya. Sebab sekecil apapun pekerjaanya jika terus ditekuni akan mengatarkan diri masing-masing menuju gerbang kesuksesan. “Meskipun saya hanya seorang pengusaha jamur, setidaknya saya telah menjadi bos dalam usaha saya.” Ucap Ulin Nuha di akhir wawancara.
 Penulis : Dwi Aziz Azizah Agustina

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done