EJAPADMA: Infografis
Tampilkan postingan dengan label Infografis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infografis. Tampilkan semua postingan

14 Juli 2020

TAS SIAGA NEW NORMAL



Ejapadma - Dalam menghadapi situasi New Normal mengharuskan kita untuk beraktivitas sebagaimana biasa.
Tak perlu khawatir tentang penyebaran virus corona yang masih berlangsung. Tidak terlalu takut tetapi jangan terlalu santai. Hal berikut tentang apa saja yang harus kita bawa ketika berpergian di Era New Normal : 

1. Masker 
Selain kita menggunakannya, kita juga wajib menyediakan persediaan di dalam tas.

2. Hand Sanitizer
Yang memiliki kadar kandungan alkohol 70 % supaya virus mati seketika. Tapi harus memperhatikan lingkungan sekitar karena hand sanitizer rentan terbakar ketika ada api.

3. Peralatan Makan (Tumbler, Kotak Makan)
Diusahakan membawanya secara pribadi kalau perlu di dalam kotak makan terdapat sendok dan garpu. Dan tidak lagi membeli minuman sembarangan.

4. Perlengkapan Ibadah (Sajadah, Mukena)
Menghilangkan kebiasaan meminjam perlengkapan ibadah yang berada di dalam masjid atau mushola karena penggunaannya yang dipakai oleh banyak orang.

5. Tisu (Basah/Kering)
Untuk antisipasi membersihkan sesuatu yang sekiranya kotor ketika di tempat umum.


Rafingatul Wahidah

Inilah Istilah Baru Kasus COVID-19 Pengganti ODP, PDP, dan OTG



Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto resmi mengganti istilah penyebutan pasien COVID-19 pada Senin, 13 Juli 2020. 

Dalam Kepmen yang ditandatangani pada 13 Juli 2020 tersebut, Terawan mengganti istilah orang dalam pemantauan ( ODP), pasien dalam pengawasan ( PDP), dan orang tanpa gejala ( OTG) dengan sejumlah definisi baru.

Berikut daftar penggantian istilah dikutip dari lembaran Kepmenkes HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease, Selasa (14/06/2020):

Kasus Suspek
Seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:
a. Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.
b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, pernah kontak dengan kasus konfirmasi atau probable COVID-19.
c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Kasus Probable

Kasus suspek dengan ISPA berat/ARDS (sindrom pernapasan akut)/ meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 namun belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Kasus Konfirmasi

Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan lab RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi 2 yakni:
- Simptomatik atau konfirmasi dengan gejala
- Asimptomatik atau konfirmasi tanpa gejala

Kontak Erat

Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau kasus konfirmasi COVID-19.
Kriteria Kontak Erat yang dimaksud adalah:
a. Tatap muka atau berdekatan dengan kasus probable atau konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.
b. Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi, seperti bersalaman/berpegangan tangan.
c. Orang yang memberikan perawatan langsung pada kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD standar.
d. Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko oleh tim penyelidik epidemiologi.

Pelaku Perjalanan

Seseorang yang melakukan perjalanan di dalam atau luar negeri pada 14 hari terakhir.

Discarded

Istilah ini merujuk pada pasien sembuh. Adapun kriterianya yakni:
- Pasien yang hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu 24 jam.
- Seseorang yang berstatus Kontak Erat dan sudah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.
Penulis dan desain: Aziz Setya Nurrohman

Jangan Malas, Mari Bergerak !!



Infografis oleh Siti Umi N.


  " Nanti dulu deh.. Mager banget "
Eiitts.. Kalau kamu begitu terus. Bisa-Bisa pekerjaan gak akan selesai loh.

Berikut cara menghilangkan rasa malas yang bikin keadaan lebih baik :
1. Jangan Menunda
    Segera kerjakan tugas kamu. Menuda cuma bikin pekerjaan gak selesai-selesai dan akhirnya menyesal deh..
2. Buat Target
  Tulis list jadwal pekerjaan kamu di suatu tempat yang gampang kamu lihat. Seperti dilemari, tembok atau pintu.
3. Berfikir Positif
    Jangan Pesimis. Yakinkan diri bahwa kamu bisa.
4. Berolahraga
    Walaupun kamu sedang banyak pekerjaan tapi pastikan tubuhmu tetap sehat dan kuat. Olahraga ringan seperti peregangan dan bersepeda membuat otot tubuh lebih rileks.
5. Menumbuhkan Motivasi Diri
  Dengarkan atau tonton perjuangan seseorang dalam meraih kesuksesan. Bisa jadi kamu akan tergugah untuk mengikuti kiat-kiat sukses orang tersebut.

Itulah beberapa tips untuk menghilangkan rasa malas yang wajib kalian mulai. So, Kalau bukan sekarang kapan lagi !

Remeh, Namun Perlu Diwaspadai


Cara Sederhana, Cegah Covid-19


Infografis Perkembangan Kasus COVID-19 per 14 Juli 2020

Sumber: covid19.go.id
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done