Menyoal Polemik Omnibus Law, Perhimpunan Pers Mahasiswa Adakan Diskusi Secara Virtual - EJAPADMA

12 Juli 2020

Menyoal Polemik Omnibus Law, Perhimpunan Pers Mahasiswa Adakan Diskusi Secara Virtual

Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) adakan diskusi virtual tentang polemik Omnibus Law. Diskusi berlangsung di laman instagram pers mahasiswa pada Selasa, (07/07/2020). Topik diskusi tentang Omnibus Law ini dipilih sebagai bentuk proses pengawalan isu yang dilakukan oleh kawan-kawan pers mahasiswa.
Diskusi santai ini dipimpin oleh M. Khairul Rizal selaku Badan Pekerja Jaringan Kerja Nasional PPMI. Serta turut mengundang Ahmad Asyifa’ Kader Hijau Muhammadiyah sebagai pembicara dalam diskusi.  Ahmad Asyifa’ mengapresiasi dengan dilaksanakannya diskusi ini. Sebab media arus utama banyak menggencarkan pemberitaan yang hanya melihat dari sisi pemerintahan.
Tanpa menyoroti dampak yang ditimbulkan jika draf Omnibus Law ini disahkan. Seperti masalah amdal yang awalnya wajib kini dalam Omnibus Law tertera bahwa amdal bersifat sementara. Juga mengenai dampak dari RUU Cikal yang dapat mendatangkan kerusakan alam namun tidak ada sanksi pidana secara tegas bagi pelaku.
Ahmad Asyifa’ mengatakan bahwa permasalahan mengenai RUU Cikal secara prosedural dan subtansial tidak terpenuhi. Dalam RUU Cikal hanya memuat kepentingan invertasi tanpa memperhatikan kelestarian alam. Proses penyusunan RUU ini juga tidak melihat dan menyerap aspirasi dari masyarakat.
Untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) yang terdiri aliansi peduli lingkungan mengadakan sidang tandingan. Sidang ini sebagai pemantik dan upaya untuk mengawal sebelum Omnibus Law disahkan. Jika Landasan Omnibus Law tetap disahkan, Indonesia akan mengalami sentralisasi seperti yang terjadi pada masa orba.
Dalam diskusi ini Ahmad Asyifa’ berpesan kepada para mahasiswa untuk selalu memperjuangkan dan membela  masyarakat yang haknya tertindas. Tidak hanya melakukan aksi pada hari-hari tertentu, seperti peringatan hari tani. Kader Hijau Muhammadiyah menganggap bahwa aksi tersebut tidak ada bedanya dengan pemerintah.  “Jangan melakukan aksi yang seperti itu, kalau begitu tidak ada bedanya kalian dengan pemerintah yang suka ngilang kalau dibutuhkan rakyaknya.” Kata Ahmad Asyifa’
Ahmad Asyifa’ juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk mempersiapkan aksi tanggal 16 Juli mendatang. Mulai dari mempersiapkan kanal sosmed sampai persiapan yang diperlukan. Sesuai tupoksi dari masing-masing yang dapat dilakukan untuk mengawal aksi mendatang.  
Penulias : Dwi Aziz Azizah Agustina

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done