Perhimpunan
Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) adakan diskusi virtual tentang polemik Omnibus
Law. Diskusi berlangsung di laman instagram pers mahasiswa pada Selasa, (07/07/2020).
Topik diskusi tentang Omnibus Law ini dipilih sebagai bentuk proses pengawalan isu
yang dilakukan oleh kawan-kawan pers mahasiswa.
Diskusi
santai ini dipimpin oleh M. Khairul Rizal selaku Badan Pekerja Jaringan Kerja
Nasional PPMI. Serta turut mengundang Ahmad Asyifa’ Kader Hijau Muhammadiyah
sebagai pembicara dalam diskusi. Ahmad
Asyifa’ mengapresiasi dengan dilaksanakannya diskusi ini. Sebab media arus
utama banyak menggencarkan pemberitaan yang hanya melihat dari sisi
pemerintahan.
Tanpa
menyoroti dampak yang ditimbulkan jika draf Omnibus Law ini disahkan. Seperti masalah
amdal yang awalnya wajib kini dalam Omnibus Law tertera bahwa amdal bersifat
sementara. Juga mengenai dampak dari RUU Cikal yang dapat mendatangkan
kerusakan alam namun tidak ada sanksi pidana secara tegas bagi pelaku.
Ahmad
Asyifa’ mengatakan bahwa permasalahan mengenai RUU Cikal secara prosedural dan
subtansial tidak terpenuhi. Dalam RUU Cikal hanya memuat kepentingan invertasi
tanpa memperhatikan kelestarian alam. Proses penyusunan RUU ini juga tidak
melihat dan menyerap aspirasi dari masyarakat.
Untuk
menyuarakan aspirasi masyarakat, Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) yang terdiri
aliansi peduli lingkungan mengadakan sidang tandingan. Sidang ini sebagai
pemantik dan upaya untuk mengawal sebelum Omnibus Law disahkan. Jika Landasan
Omnibus Law tetap disahkan, Indonesia akan mengalami sentralisasi seperti yang
terjadi pada masa orba.
Dalam
diskusi ini Ahmad Asyifa’ berpesan kepada para mahasiswa untuk selalu memperjuangkan
dan membela masyarakat yang haknya
tertindas. Tidak hanya melakukan aksi pada hari-hari tertentu, seperti peringatan
hari tani. Kader Hijau Muhammadiyah menganggap bahwa aksi tersebut tidak ada
bedanya dengan pemerintah. “Jangan melakukan aksi yang seperti itu,
kalau begitu tidak ada bedanya kalian dengan pemerintah yang suka ngilang kalau
dibutuhkan rakyaknya.” Kata Ahmad Asyifa’
Ahmad
Asyifa’ juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk mempersiapkan aksi
tanggal 16 Juli mendatang. Mulai dari mempersiapkan kanal sosmed sampai
persiapan yang diperlukan. Sesuai tupoksi dari masing-masing yang dapat
dilakukan untuk mengawal aksi mendatang.
Penulias
: Dwi Aziz Azizah Agustina
