Ponorogo- wabah COVID-19 telah berimbas hampir pada segala sektor bidang. Seluruh kegiatan masyarakat mau tidak mau harus dibatasi dalam segala atktivitasnya terlebih lagi kegiatan yang mengundang banyak orang, Salah satunya pesta pernikahan.
Pasangan Afrida Ayuningtyas dan Mardan salah satu pasangan yang akhirnya mengelar pernikahan ditengah pandemi corona.
Hal itu seperti yang disampaikan tya, sapaan akrab Afrida Ayuningtyas saat ditemui di rumahnya di Desa Gandu, Mlarak, Ponorogo.Jumat (19/6/2020).
Kepada Ejapadma, Tya mengaku telah merencanakan pernikahan ini sejak bulan Januari lalu, rencana itu harus kandas karena virus corona telah memasuki indonesia. setelah berdiskusi dengan keluarga, konsep awal pernikahan akhirnya dirubah semua dengan memperhatikan aturan dan kebijakan Pemerintah.
Dia juga mengungkapkan beberapa sahabat dan keluarga yang rencana diundang terpaksa dibatalkan. Mau tidak mau Tya harus mengurangi jumlah undangan dengan hanya dihadiri oleh keluarga serta teman dekat.
“Bahkan tetangga sebelah pun tidak diundang dan hanya berbagi nasi berkat sebagai rasa syukur atas pernikahan saya” jelas Tya.
Bahkan acara pernikahan dibagi menjadi 2 gelombang, gelombang pertama dilaksanakan pagi dengan dihadiri oleh keluarga. Dan gelombang kedua dilaksanakan siang hari dengan dihadiri oleh teman dekat. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir banyaknya tamu yang akan datang.
Saat pernikahan dilaksanakan Para tamu diwajibkan mencuci tangga sebelum masuk area pernikahan, sebagai bagian dari protokol kesehatan. Meskipun pernikahannya dilaksanakan ditengah pandemi, namun tidak mengurangi khidmatnya prosesi ijabqobul.
Untuk mengenang pernikahannya yang digelar ditengah pandemi, Tya menyiapkan oleh-oleh pernikahan yang tergolong unik, yakni masker scuba warna hitam dan merah muda. Masker-masker tersebut dibagikan kepada para tamu undangan yang hadir.
Penulis: dewi tursina
