Makna khusus sebuah kata ‘petilasan’ menurut masyarakat
Jawa merujuk pada kata ‘tilas’ atau bekas. Secara jelasnya suatu tempat yang
pernah di datangi atau ditinggali oleh seseorang yang mempunyai jasa besar bagi
kehidupan sekitar. Seseorang yang dimaksud ialah sosok penting yang pernah
tinggal atau mendatangi daerah tersebut. Dan untuk lokasi tanah jawa sendiri
banyak tercatat petilasan yang pernah ditinggali atau didatangi sosok penting
sehingga banyak mengukir sejarah di dalamnya.
Seperti petilasan Sunan Geseng yang berlokasi
di Dukuh Bedegolan Desa Kabuaran Kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen menyimpan banyak sejarah
yang tak banyak diketahui oleh khalayak. Lokasinya yang sangat terpencil tak
ayal jika orang-orang hanya menganggapnya hanya sebuah bangunan biasa. Berbeda dengan masyarakat sekitar yang
menganggap keramat bangunan tersebut. Bangunan sebuah rumah kecil yang terletak
tepat dibibir sungai yang mengalir di sekitar desa Bedegolan dan disamping
pintu masuk yang selalu terkunci bertuliskan ‘KRAMAT SUNAN/ KYAI GESENG’.
Sosok Sunan Geseng adalah seorang
murid dari Sunan Kalijaga yang memiliki nama asli Ki Cokrojoyo. Menurut
hikayat, pada suatu saat ia mengikuti anjuran Sunan Kalijaga untuk mengasingkan
diri di suatu hutan untuk konsentrasi beribadah kepada Allah.
Di tengah lelakunya itu, hutan tersebut terbakar, tetapi ia tidak mau
menghentikan tapanya, sesuai pesan sang guru untuk jangan memutus ibadah,
apapun yang terjadi, sampai sang guru datang
menjenguknya. Demikianlah, ketika kebakaran berhenti dan Sunan Kalijaga datang
menjenguknya, dia dapati Cokrojoyo telah menghitam hangus, meskipun tetap sehat
wal afiat. Maka digelarilah ia dengan Sunan Geseng.
Sunan Geseng juga dipercaya oleh Sunan Kalijaga untuk
melakukan syiar Agama Islam di wilayah tanah Jawa. Wajar jika dapat kita jumpai
beberapa petilasan Sunan Geseng di wilayah ini. Seperti petilasan Sunan Geseng
di Bedegolan (Kebumen), Begelan (Purwerjo), Klaten (Jawa Tengah) dan di Piyungan, Bantul
(Yogyakarta). Perannya yang sangat berarti di tanah Jawa membuat salah satu
pondok pesantren di Desa Tirto, Kecamatan
Grabag di Kaki gunung Andong menamainya dengan Pon.Pes Sunan Geseng.
Yang menarik, Sunan Geseng mempunyai makam yang banyak. Yang populer ada 4 makam yang sering dikunjungi para peziarah. 4 makam itu adalah, pertama, Bantul, Jogjakarta; kedua, Magelang, Jawa Tengah; ketiga, Tuban Jawa Timur; keempat, Kediri Jawa Timur. 4 makam Sunan Geseng selalu ramai oleh peziarah.
Kabarnya dalam waktu dekat ini lokasi tersebut akan dijadikan objek wisata religi dikarenakan banyak peziarah dalam momen-momen tertentu datang untuk memanjatkan do’a. Dan juga lokasinya yang sangat kental dengan unsur pedesaan juga banyak menarik perhatian dari masyarakat kota untuk sekedar mencari angin segar.
Penulis: Rafingatul Wahidah
Sumber:
Kompasiana
Areongbinang.com
Bagelenchannel.com


