Penerapan “New Normal” ala Santriwati di
Pesantren Putri Al-Mawaddah
Pesantren
Putri di Kabupaten Ponorogo, jawa timur Menyambut Santriwatinya Kembali
Selasa, 23
Jun 2020, 11.00 WIB
Oleh; Nur Izzah Islamy
Pesantren
Putri Al-Mawaddah mulai menerapkan tatanan kehidupan baru (New Normal) ditandai
dengan kedatangan para santriwati dari daerahnya masing-masing sesuai prosedur protokol
kesehatan Covid-19. Untuk menyambut kedatngan santriwati di tengah pandemi Covid-19, Pesantren Putri Al-Mawaddah mewajibkan para santriwati untuk
mengenakan masker, menyerahkan hasil rapid test, Surat kesehatan, Penyemprotan
disenfektan, Segera mandi dan ganti pakaian, Melakukan pengecekan suhu sebelum
memasuki area pesantren serta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari diluar
asrama pesantren. Hal itu dilakukan untuk memutuskan rantai penyebaran
covid-19.
Pimpinan Pesantren
Al-Mawaddah, Ustuchori juga menjelaskan hasil dari musyawarah persiapan
kedatangan Santri (12/06/20) “kami meminta kepulangan santriwati ke pesantren
dilakukan secara bertahap, tidak bersamaan”. Selain itu santriwati juga
diwajibkan untuk mengikuti rombongan dari setiap daerahnya dan akan dijemput
oleh pihak pesantren di bandara terdekat yaitu solo dan surabaya.
“Saat ini
kami menyediakan 25 ruang khusus untuk isolasi atau karantina bagi santri yang
telah kembali ke pondok, tempat Mandi Cuci Kakus (MCK), Tempat cuci tangan, dan
tempat wudhu.” Ucap wulan sebagai ketua panitia kedatangan santriwati.
Penerapan Physical
Distancing juga dilaksanakan di kamar khusus hingga dapur, jika kondisi normal
setiap kamar dihuni sekitar 16-18 anak per kamarnya, dan dengan adanya Physical
Distancing menjadi 10 anak per kamar.
Perpulangan
liburan santriwati pesantren putri al-mawaddah tahun ini sangatlah berbeda dari
tahun-tahun biasanya. Saat ini liburan santriwati tergolong sangat panjang dari
pada biasanya yang seharusnya hanya 30 hari mejadi 64 hari.
