#Tak Sengaja, CNN Indonesia Ngobrol Bareng Novel Baswedan - EJAPADMA

20 Juni 2020

#Tak Sengaja, CNN Indonesia Ngobrol Bareng Novel Baswedan

Katanya #TakSengaja menjadi tema obrolan di rumah bareng CNN Indonesia pada hari selasa (16/06/2020). Obrolan kali ini dimoderatori oleh Mayfree Syari bersama Novel Baswedan sebagai narasumber melalui live instagram CNN Indonesia. Melihat dari tema dan narasumber yang telah didatangkan pastinya obrolan ini tidak terlepas dari pembahasan mengenai tuntutan hukum yang terjadi pada kasus Novel Baswedan.
Pelaku dari penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK tersebut hanya dituntuk hukuman satu tahun penjara oleh jaksa. Atas dasar ketidak sengajaan Rony Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette dituntut satu tahun penjara. Akibat dari ulah pelaku membuat mata bagian kiri Novel mengalami buta permanen dan mata sebelah kanan mengalami kerusakan sehingga penglihatannya tidak dapat berfungsi secara sempurna.
Novel Baswedan menganggap proses persidangan hanya sebatas  lelucon saja. Karena tidak ada keterbukaan dan adanya kejanggalan dalam proses persidangan. Mulai dari mendefinisikan kata ketidak sengajaan serta fakta yang terjadi dilapangan. Pelaku sudah mempersiapkan dengan mengawasi kediaman Novel selama 2 hari sebelum kejadian. Dalam persidangan disebutkan bahwa air yang digunakan untuk menyiram, bukanlah air keras melainkan air aki. Serta kerusakan pada mata Novel bukan disebabkan dari siraman air tersebut melainkan kesalahan dalam penanganan medis.
Dalam obrolan ini Novel menjelaskan bahwa air yang disiram ke wajahnya adalah air keras. Faktanya air tersebut jatuh terkena benton membuat beton melepuh serta tangan warga merasa kepanasan ketika mengambil baju yang dilepaskan di lokasi tanpa menggunakan pelindung. Langkah pertama yang dilakukan novel yaitu menyiramkan air bersih ke mukanya setelah sampai rumah sakit novel langsung menuju perawatan bagian luka bakar.
Tidak hanya itu penyidik senior tersebut merasa banyak fakta yang dibiaskan dalam persidangan. Juga proses persidangan tidak berjalan secara benar serta tidak diperiksanya saksi kunci selama persidangan. Dalam obrolan santai ini Mayfree Syari menanyakan kepada Novel Baswedan terkait adanya oknum lain dibalik penyerangan kasus ini.
Novel mengatakan dengan santai bahwa dia mengetahui fakta secara detail namun hanya disampaikan kepada orang tertentu. Karena fakta sebelum kejadian tidak boleh dibahas dalam persidangan. “Kalau begitu, bagaimana saya bisa menyampaikan fakta intelek dalam sidang.” Kata Novel
Dalam kasus ini Novel sudah memanfaatkan pelaku juga tidak meminta untuk dijatuhi hukuman berat. Namun Novel hanya meminta dalam persidangan harus dijalankan dengan proses yang jujur dan benar. Haknya sebagai korban juga harus terwakili oleh jaksa. Hukum harus ditegakkan karena kemajuan suatu bangsa dilihat dari penegak hukumnya.
Novel Baswedan juga mengapresiasi kritik cerdas yang dilakukan Bintang Emon terhadap hukum yang terjadi di Indonesia. Novel Baswedan menyampaikan harapannya kepada masyarakat bahwa tidak perlu takut dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Serta mengajak kepada semuanya untuk bersama mengkritisi ketidak adilan hukum yang terjadi.

Penulis: 
Dwi Aziz Azizah Agustina
                                                                                               
                                                                                

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done