Agama dan Sains Tak Perlu Diperdebatkan, Melainkan Pelajari Bersama - EJAPADMA

11 Juli 2020

Agama dan Sains Tak Perlu Diperdebatkan, Melainkan Pelajari Bersama

TECHNOe Institute adakan Webiner seris melalui aplikasi zoom meating pada Sabtu, (4/07/2020). seminar online ini dimoderatori langsung oleh Agus Lege Nasrudin selaku  senior associate TECHNOe Institute. Diadakannya webinar ini bertujuan untuk menjawab kegelisahan yang terjadi di masyarakat mengenai perdebatan agama dan sains.
            Agus Lege Nasrudin memaparkan polemik anara agama dan sains yang terjadi ditengah masyarakat. Dominasi yang dimiliki antar ilmu agama dan sains membuat masyarakat kebingungang memaknai sebuah kebenaran. Masyarakat meragukan kebenaran yang telah diajarkan melalui agama. Sehingga msyarakat menggunakan ilmu sains untuk membuktikan kebenaran agama.
            Agus Zaenal Arifin selaku pemateri memberikan argumennya untuk memangkas keraguan tersebut. Ia berpendapat bahwa orang yang ingin membuktikan kebenaran agama melalui sains berarti orang tersebut tidak mempercayai agama. Orang yang mempercayai agama tidak akan berdalih menggunakan ilmu sains untuk membuktikan kebenaran.
Seperti contoh mengenai larangan memakan daging babi dalam al-Qur’an. Orang yang mempercayai al-Qur’an tidak akan melihat kebenaran dari pandangan ilmu sains. Pembuktian ilmu sains menyatakan bahwa terdapat cacing pita dalam daging babi yang dapat membahayakan kesehatan.
Agus Zaenal Arifin lulusan S3 Universitas Indonesia menyatakan bahwa ilmu yang bersumber dari wahyu Allah harus diyakini kebenarannya tanpa adanya perdebatan. Namun ilmu yang bersumber dari observasi seperti ilmu sains harus  dikaji kembali kebenarannya. Untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan sewaktu penelitian.
Dalam seminar online ini Ulil Abdilah selaku dosen ITS juga menambahi bahwa terdapat perbedaan antara tradisi sains Aristoteles dengan sains Democration. Tradisi sains Aristoteles meyakini adanya pencipta atau penggerak dibalik alam raya ini. Sedangkan sains Democration mengatakan bahwa alam raya tidak dapat dijelaskan hanya dengan menggunakan hukum Tuhan yang tidak rasional. Namun perlu adanya observasi yang mendalam mengenai kebenaran.
Hal inilah yang membuat agama dan sains saling dibenturkan oleh penduduk Eropa Barat. Namun Agus Zaenal Arifin dan  Ulil Abdilah sepakat bahwa agama dan sains adalah ilmu Allah. Ulil Abdilah juga berpesan kepada peserta seminar online untuk mempelajari ke dua ilmu tersebut sesuai porsinya.
Penulis :  Dwi Aziz Azizah Agustina

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done