TECHNOe
Institute adakan Webiner seris melalui aplikasi zoom meating pada Sabtu,
(4/07/2020). seminar online ini dimoderatori langsung oleh Agus Lege Nasrudin
selaku senior associate TECHNOe
Institute. Diadakannya webinar ini bertujuan untuk menjawab kegelisahan yang
terjadi di masyarakat mengenai perdebatan agama dan sains.
Agus Lege Nasrudin memaparkan
polemik anara agama dan sains yang terjadi ditengah masyarakat. Dominasi yang
dimiliki antar ilmu agama dan sains membuat masyarakat kebingungang memaknai
sebuah kebenaran. Masyarakat meragukan kebenaran yang telah diajarkan melalui
agama. Sehingga msyarakat menggunakan ilmu sains untuk membuktikan kebenaran
agama.
Agus Zaenal Arifin selaku pemateri memberikan
argumennya untuk memangkas keraguan tersebut. Ia berpendapat bahwa orang yang
ingin membuktikan kebenaran agama melalui sains berarti orang tersebut tidak
mempercayai agama. Orang yang mempercayai agama tidak akan berdalih menggunakan
ilmu sains untuk membuktikan kebenaran.
Seperti
contoh mengenai larangan memakan daging babi dalam al-Qur’an. Orang yang
mempercayai al-Qur’an tidak akan melihat kebenaran dari pandangan ilmu sains.
Pembuktian ilmu sains menyatakan bahwa terdapat cacing pita dalam daging babi
yang dapat membahayakan kesehatan.
Agus
Zaenal Arifin lulusan S3 Universitas Indonesia menyatakan bahwa ilmu yang
bersumber dari wahyu Allah harus diyakini kebenarannya tanpa adanya perdebatan.
Namun ilmu yang bersumber dari observasi seperti ilmu sains harus dikaji kembali kebenarannya. Untuk
mengantisipasi terjadinya kesalahan sewaktu penelitian.
Dalam
seminar online ini Ulil Abdilah selaku dosen ITS juga menambahi bahwa terdapat
perbedaan antara tradisi sains Aristoteles dengan sains Democration. Tradisi
sains Aristoteles meyakini adanya pencipta atau penggerak dibalik alam raya
ini. Sedangkan sains Democration mengatakan bahwa alam raya tidak dapat
dijelaskan hanya dengan menggunakan hukum Tuhan yang tidak rasional. Namun
perlu adanya observasi yang mendalam mengenai kebenaran.
Hal
inilah yang membuat agama dan sains saling dibenturkan oleh penduduk Eropa
Barat. Namun Agus Zaenal Arifin dan Ulil
Abdilah sepakat bahwa agama dan sains adalah ilmu Allah. Ulil Abdilah juga
berpesan kepada peserta seminar online untuk mempelajari ke dua ilmu tersebut
sesuai porsinya.
Penulis : Dwi
Aziz Azizah Agustina
