![]() |
| Peserta apel mulai berdatangan di luar Lapangan Ahmad Yani, Jakarta Selatan. (Gambar: akurat.co) |
Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, memberikan respon keras mengenai aksi tersebut lantaran terdapat ujaran perkataan yang mengarah kepada kebencian terhadap sesama. Hal itu, bisa memberikan dampak buruk bagi perkembangan anak.
"Seperti kata sembelih komunis, menjadi kata terbanyak yang disampaikan pada aksi tersebut. Sehingga, paparan kekerasan dalam bentuk verbal tak terhindarkan ditelan anak mentah-mentah," kata Jasra di Jakarta Minggu (5/7) dilansir dari CNNindonesia.com.
Aksi tersebut sangat disayangkan karena membiarkan balita, anak, dan remaja berada dalam terik matahari sedangkan panitia, orator dan tokoh acara yang berada dalam keteduhan panggung.
Dikutip dari Detik.com, Jasra juga menyoroti terkait protokol kesehatan. "Pemandangan di lapangan juga memperlihatkan ada orang tua yang bermasker dan tidak, begitupun balita ada yang bermasker dan tidak. Dalam dialog dengan salah satu orang tua peserta aksi, menganggap anaknya tidak akan tertular COVID karena sudah memakai masker dan membawa hand sanitizer” ujarnya.
Perlu diketahui bahwa kasus positif COVID-19 pasien anak-anak di Jakarta cukup tinggi. Data terakhir per 16 Juni 2020, sekitar 3.155 pasien adalah anak dengan rincian usia 0 sampai dengan 17 tahun.Penulis: Aziz Setya N
