Dari Jendela SMP, Penonton yang Negatif thinking atau SinemArt yang Cuma Ngandelin Strategi Marketing ? - EJAPADMA

06 Juli 2020

Dari Jendela SMP, Penonton yang Negatif thinking atau SinemArt yang Cuma Ngandelin Strategi Marketing ?



foto : @sctv

Dari Jendela SMP sinetron terbaru yang tayang di SCTV menuai pro dan kontra. Sinetron yang diadaptasi dari novel laris ini tayang perdana pada 29 Juni 2020. Seperti biasa sinetron televisi hadir di jam prime time setiap hari. SinemArt sebagai production house sukses membuat netizen garuk-garuk kepala. Sinetron ini mengingatkan saya dengan Film Dua Garis Biru yang sukses menarik perhatian penonton dan meraih berbagai penghargaan nasional.

Awalnya melalui teaser yang ditampilkan di televisi terputar kisah manis anak SMP yang selalu bersama. Bersepeda ria dan menikmati masa sekolah seperti siswa pada umumnya. Akan tetapi bagi yang belum membaca buku Dari jendela SMP karya Mira W. pastinya terkejut. Pasalnya, sinetron ini ternyata mengangkat tema hamil di luar nikah yang terjadi pada sepasang kekasih yang masih SMP. Cukup berani bukan SCTV mengangkat isu sensitif ini melalui kanal TV ?

Joko adalah siswa SMP dari keluarga miskin. Ibunya seorang pembantu yang bekerja di rumah Prapto sang pemilik yayasan di sekolah Nusa Bangsa, sekolah elit dan terpandang. Joko yang pintar bisa masuk di sekolah tersebut lantaran ia mendapat beasiswa. Sikap Joko yang dingin dan cuek membuat perempuan menganggapnya aneh, padahal ia hanya ingin fokus belajar. Sampai suatu hari Joko bertemu Wulan, teman sekelasnya. Kehidupan Wulan berbanding terbalik dari Joko. Selain cantik dan berprestasi, Wulan dibesarkan dari keluarga kaya raya. Dengan berbagai kejadian tak terduga mereka selalu dipertemukan. Melerai pertengkaran, terlambat sekolah sampai dihukum mereka hadapi bersama. Seiring berjalan waktu mereka semakin dekat hingga muncul benih-benih kasmaran diantara mereka.

   Baru berjalan satu episode, penonton dibuat geleng-geleng kepala dengan berbagai kejadian yang aneh. Persis sepenggal lirik lagu soundtrack sinetron ini “ Sungguh aneh tapi nyata, tak kan terlupa”. Wulan si pemeran utama tiba-tiba hamil, saat berteduh di rumah tua bersama Joko, mereka kedinginan lalu menyalakan api dirumah itu. Setelah hujan reda ia kembali kerumahnya dengan wajah pucat dan menyesali perbuatannya. Padahal tidak ada adegan bersentuhan dengan Joko, bagaimana bisa hamil ? atau jangan-jangan memang terjadi sesuatu di rumah tua itu tanpa memperlihatkan adegan di layar kaca ?. Ya kalau sesuatu itu ditayangkan di TV siap-siap disemprit KPI (Komisi Penyiaran Televisi) deh.. Oh iya baru berjalan beberapa episode ternyata pihak KPI sudah menerima banyak aduan tentang sinetron ini. Sejumlah warganet menilai, cerita ini terlalu sensitif dan tidak pantas diangkat ke layar kaca. 

Diakhir cerita episode satu Wulan dan Joko membeli test pack melalui aplikasi ojek online. Setelah mencoba mengechek, tast pack tersebut menampilkan dua garis merah. Al-hasil mereka bingung, anak SMP yang penuh kepolosan hanya bisa menangis dan melamun.  Tidak menyangka nasib naas menimpa mereka. Suasana seperti ini semakin memperkeruh keadaan bahkan mengaduk-aduk emosi penonton. Drama apalagi yang disuguhkan?. Berselang beberapa hari dengan segala konflik yang terjadi Wulan ternyata tidak hamil. Test pack yang digunakan kadaluwarsa, sehingga hasil tidak akurat. Bukankah suatu skenario yang menakjubkan sekaligus menjengkelkan bukan?. 

Berbagai adegan seperti perkelahian, berbohong dari orang tua, kabur dari rumah, menikah diam-diam membuat kesan negatif dimata penonton. Berbagai adegan menegangkan mencemaskan hati warganet, mereka khawatir jika hal tersebut mudah ditiru remaja. Mengingat psikologi remaja yang labil dan emosional.

Terlepas dari itu semua, pesan dari suatu karya pasti ada, tergantung bagaimana orang pandai-pandai menyerap hal positifnya. Mungkin, Dari jendela SMP bermaksud memberikan nasihat bahwa sex education yang perlu dipelajari sejak dini. Kalau sampai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, musibah besar akan mendera. Keluarga akan malu dan tersakiti, persahabatan akan pudar, respon menakutkan dari tetangga menghantui bahkan diri sendiri akan frustasi memikirkan masa depan yang berantakan. 

Sinetron Dari Jendela SMP kini cukup meraih perhatian publik. Terbukti dengan cuplikan adegan yang diunggah SCTV menduduki sejumlah tranding di Youtube. Di sejumlah media sosial postingan tentang sinetron ini juga mendapat bejibun komentar. Sampai-sampai banyak akun joke membuat meme antara Wulan dan Joko. Rating Dari Jendela SMP pun terbilang sangat bagus padahal sinetron ini masih baru. Dilansir dari @dunia_tv tanggal 2 Juli 2020 Sinetron dari Jendela SMP menduduki posisi 3 besar dengan raihan TVR 4.4 dan Share 19.1 %. Selain bintang muda yang menwan, tema sensitif yang berbeda dengan sinetron remaja pada umumnya merupakan salah satu strategi marketing yang bisa dibilang apik.

  So, kamu mau jadi penonton yang  bagaimana ?. menilai sinetron dari luarnya tanpa menganalisis akar permasalahan atau penonton yang cermat dalam menangkap pesan positif suatu karya ?.


Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done