Sabtu (27/06/2020),
Ikatan alumni Ponpes Gontor agkatan 2015 yang tergabung dalam Prestigiouscares
gelar diskusi virtual melalui laman instagramnya. Diskusi ini membahas seputar
kepenulisan yang dapat menebarkan cinta dan semangat bersama. Dinarasumberi
langsung oleh Alhini Zahratana alumnus Ponpes Gontor yang telah berhasil menerbitkan
buku yang berjudul “Hidup Sekali Hidup Berarti”.
Dalam diskusi kali ini Alhini Zahratana membagikan kisah
perjalanan dalam menulis dan menyelesaikan karyanya. Sewaktu masih di Pesantren
Alhini Zahratana sudah mencoba mengembangkan bakat menulisnya. Sampai ketika
pada penghujung pengabdian di pondok, tepatnya akhir tahun 2018 Zahratana
memulai untuk menulis sebuah buku dan berhasil diterbitkan pada bulan Juni
2020.
Alhini Zahratana menyakini bahwa menulis adalah bekerja
untuk keabadian. Meski nanti ia telah tutup usia namun karyanya dapat dikenang
sepanjang masa. Oleh karena itu ketika menulis Alhini Zahratana selalu melibatkan
rasa agar dapat menghasilkan karya yang berkualitas dan disukai pembaca. “Semua yang ditulis dari hati, akan kembali
lagi ke hati.” Jelas Alhini Zahratana.
Selain menggunakan rasa saat menulis, ia juga membagikan
tips bagi penulis pemula agar kosisten dalam membuat karya. Niat dan tekat
merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh penulis. Sebab dengan niat dan
tekan yang kuat akan membuat diri meluangkan waktu untuk menulis meski sesibuk
apapun aktifitasnya. Ia juga menghimbau kepada penulis pemula untuk mengikuti
kompetisi menulis yang dapat membangun dan menunjang skill mereka.
Sebelum
menentukan jenis tulisan, penulis harus
mengetahui dan mengklasifikasikan sasaran audiencenya. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui mayoritas minat dari pembaca dan mempermudah dalam memilih tata
bahasa yang digunakan. Menentukan sasaran audience juga membantu proses promosi
pasca percetakan nanti.
Mengetahui track
record percetakan juga penting dilakukan oleh penulis, agar tidak tertipu
dengan percetakan abal-abal. Alhini
Zahratana menyarankan bagi penulis pemula untuk menggunakan percetakan minor. Percetakan
minor dapat membantu penulis dalam membangun citra diri dan karyanya sebelum
memasuki percetakan mayor. “Untuk pemula
sebaiknya menggunakan percetakan minor, untuk mengenalkan diri kita agar
dilirik oleh percetakan mayor.” Himbau Alhini Zahratana penulis buku Hidup
Sekali Hidup Berarti.
Diakhir diskusi Alhini Zahratana mengatakan bahwa menulis
diawali dengan membaca buku atau membaca keadaan. Sebab membaca dapat digunakan
untuk mengetahui pemikiran orang, juga sebagai bahan analisa bagi penulis. Alhini
Zahratana menutup diskusi dengan quotes tentang kehidupan. “Hidup itu penuh
dengan kesibukan, sibuk untuk rebahan atau sibuk untuk perubahan. Jadi pilihlah
kesibukan versimu.”
Penulis : Dwi Aziz
Azizah Agustina
