Menulis dengan Rasa, Akan Sampai ke Pembaca - EJAPADMA

03 Juli 2020

Menulis dengan Rasa, Akan Sampai ke Pembaca

Sabtu (27/06/2020), Ikatan alumni Ponpes Gontor agkatan 2015 yang tergabung dalam Prestigiouscares gelar diskusi virtual melalui laman instagramnya. Diskusi ini membahas seputar kepenulisan yang dapat menebarkan cinta dan semangat bersama. Dinarasumberi langsung oleh Alhini Zahratana alumnus Ponpes Gontor yang telah berhasil menerbitkan buku yang berjudul “Hidup Sekali Hidup Berarti”.
            Dalam diskusi kali ini Alhini Zahratana membagikan kisah perjalanan dalam menulis dan menyelesaikan karyanya. Sewaktu masih di Pesantren Alhini Zahratana sudah mencoba mengembangkan bakat menulisnya. Sampai ketika pada penghujung pengabdian di pondok, tepatnya akhir tahun 2018 Zahratana memulai untuk menulis sebuah buku dan berhasil diterbitkan pada bulan Juni 2020.
            Alhini Zahratana menyakini bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian. Meski nanti ia telah tutup usia namun karyanya dapat dikenang sepanjang masa. Oleh karena itu ketika menulis Alhini Zahratana selalu melibatkan rasa agar dapat menghasilkan karya yang berkualitas dan disukai pembaca. “Semua yang ditulis dari hati, akan kembali lagi ke hati.” Jelas Alhini Zahratana.
            Selain menggunakan rasa saat menulis, ia juga membagikan tips bagi penulis pemula agar kosisten dalam membuat karya. Niat dan tekat merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh penulis. Sebab dengan niat dan tekan yang kuat akan membuat diri meluangkan waktu untuk menulis meski sesibuk apapun aktifitasnya. Ia juga menghimbau kepada penulis pemula untuk mengikuti kompetisi menulis yang dapat membangun dan menunjang skill mereka.
Sebelum menentukan jenis tulisan, penulis  harus mengetahui dan mengklasifikasikan sasaran audiencenya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mayoritas minat dari pembaca dan mempermudah dalam memilih tata bahasa yang digunakan. Menentukan sasaran audience juga membantu proses promosi pasca percetakan nanti.
            Mengetahui track record percetakan juga penting dilakukan oleh penulis, agar tidak tertipu dengan percetakan abal-abal.  Alhini Zahratana menyarankan bagi penulis pemula untuk menggunakan percetakan minor. Percetakan minor dapat membantu penulis dalam membangun citra diri dan karyanya sebelum memasuki percetakan mayor. “Untuk pemula sebaiknya menggunakan percetakan minor, untuk mengenalkan diri kita agar dilirik oleh percetakan mayor.” Himbau Alhini Zahratana penulis buku Hidup Sekali Hidup Berarti.
            Diakhir diskusi Alhini Zahratana mengatakan bahwa menulis diawali dengan membaca buku atau membaca keadaan. Sebab membaca dapat digunakan untuk mengetahui pemikiran orang, juga sebagai bahan analisa bagi penulis. Alhini Zahratana menutup diskusi dengan quotes tentang kehidupan. “Hidup itu penuh dengan kesibukan, sibuk untuk rebahan atau sibuk untuk perubahan. Jadi pilihlah kesibukan versimu.”

Penulis : Dwi Aziz Azizah Agustina


Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done