PPDB DKI 2020/2021 Tuai Kritik, Orang Tua Siswa Demo Kemendikbud - EJAPADMA

03 Juli 2020

PPDB DKI 2020/2021 Tuai Kritik, Orang Tua Siswa Demo Kemendikbud


Masa aksi berbondong-bondong lakukan demonsteran di depan gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Senin, (29/06/2020). Aksi ini mengatasnamakan aliansi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta. Aliansi PPDB terdiri dari orang tua siswa yang merasa kecewa dengan dilaksanakannya sistem PPDB 2020. Pasalnya kelolosan semua jalur masuk PPDB tahun ini ditentukan berdasarkan usia anak bukan berdasarkan persaingan nilai akademis dan akreditasi sekolah.
Masa aksi ini merasa adanya diskriminasi pada anak-anak yang memiliki usia muda dengan nilai akademis yang cukup tinggi namun tidak lolos pada PPDB. Sedangkan kelolosan diperuntukkan pada anak yang memiliki usia lebih tua meskipun nilai mereka lebih rendah. “Faktor usia tidak bisa dijadikan paremeter untuk menila seorang siswa-siswi kurang mampu secara ekonomi.” Ujar Agung koordinator demonstrasi dilansir dari Kompas.com.
Demonsteran ini menuntut dan mendesak Kemendikbud Nadiem Makarim untuk membatalkan pelaksanaan PPDB DKI yang sudah berjalan dan meminta untuk mengulang prosesnya dari awal. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta menanggapi bahwa PPDB tahun 2020/2021 akan tetap dilaksanakan sesuai persyaratan yang telah ada. Namun pihaknya akan lakukan evaluasi setelah PPDB tahun ini selesai. 
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) turut hadir dalam aksi demonsteran ini. Arist Merdeka Sirait menyampaikan aspirasinya dan meminta Kemedikbud untuk meninjau kembali pelaksanaan PPDB 2020. Dikutip dari Detik.com Arist Merdeka Sirait menyatakan prihatin dengan kondisi ini. “Saya prihatin dengan kondisi ini. Kita minta dibatalkan dan ditinjau kembali pelaksanaannya, tidak ada aturan murid baru dengan batasan usia.” Jelas Komisi Nasional Perlindungan Anak
Sulitnya lolos PPDB dirasakan oleh Andika Surya Pratama siswa dari SDIT Ar-Ridho Pondok Kelapa Jakarta Timur. Andika telah mencoba semua jalur masuk PPDB, mulai dari jalur afirmasi, prestasi non akademik, dan zonasi. Namun jalur tersebut tidak membuahkan hasil, Andika dinyatakan tidak lolos pada tahap seleksi usia. Siswa SDIT Ar-Ridho tersebut memiliki usia 12 tahun lebih 2 bulan dengan nilai rata-rata 89.00. Meski begitu Andika berharap akan diterima melalui jalur terakhir yaitu jalur prestasi akademik. “Semoga aku bisa lolos dijalur prestasi akademik.” Harap Andika Surya Pratama ketika dihubungi melalui telephon. 

Penulis : Dwi Aziz  Azizah Agustina
Foto     : Detik.com


Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done