Masa
aksi berbondong-bondong lakukan demonsteran di depan gedung Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Senin, (29/06/2020). Aksi ini
mengatasnamakan aliansi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta.
Aliansi PPDB terdiri dari orang tua siswa yang merasa kecewa dengan dilaksanakannya
sistem PPDB 2020. Pasalnya kelolosan semua jalur masuk PPDB tahun ini
ditentukan berdasarkan usia anak bukan berdasarkan persaingan nilai akademis
dan akreditasi sekolah.
Masa
aksi ini merasa adanya diskriminasi pada anak-anak yang memiliki usia muda
dengan nilai akademis yang cukup tinggi namun tidak lolos pada PPDB. Sedangkan
kelolosan diperuntukkan pada anak yang memiliki usia lebih tua meskipun nilai
mereka lebih rendah. “Faktor usia tidak
bisa dijadikan paremeter untuk menila seorang siswa-siswi kurang mampu secara
ekonomi.” Ujar Agung koordinator demonstrasi dilansir dari Kompas.com.
Demonsteran
ini menuntut dan mendesak Kemendikbud Nadiem Makarim untuk membatalkan
pelaksanaan PPDB DKI yang sudah berjalan dan meminta untuk mengulang prosesnya
dari awal. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta menanggapi bahwa PPDB tahun
2020/2021 akan tetap dilaksanakan sesuai persyaratan yang telah ada. Namun
pihaknya akan lakukan evaluasi setelah PPDB tahun ini selesai.
Komisi
Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) turut hadir dalam aksi demonsteran ini.
Arist Merdeka Sirait menyampaikan aspirasinya dan meminta Kemedikbud untuk
meninjau kembali pelaksanaan PPDB 2020. Dikutip dari Detik.com Arist Merdeka
Sirait menyatakan prihatin dengan kondisi ini. “Saya prihatin dengan kondisi ini. Kita minta dibatalkan dan ditinjau
kembali pelaksanaannya, tidak ada aturan murid baru dengan batasan usia.”
Jelas Komisi Nasional Perlindungan Anak
Sulitnya lolos PPDB dirasakan oleh Andika
Surya Pratama siswa dari SDIT Ar-Ridho Pondok Kelapa Jakarta Timur. Andika
telah mencoba semua jalur masuk PPDB, mulai dari jalur afirmasi, prestasi non
akademik, dan zonasi. Namun jalur tersebut tidak membuahkan hasil, Andika
dinyatakan tidak lolos pada tahap seleksi usia. Siswa SDIT Ar-Ridho tersebut
memiliki usia 12 tahun lebih 2 bulan dengan nilai rata-rata 89.00. Meski begitu
Andika berharap akan diterima melalui jalur terakhir yaitu jalur prestasi
akademik. “Semoga aku bisa lolos dijalur
prestasi akademik.” Harap Andika
Surya Pratama ketika dihubungi melalui telephon.
Penulis
: Dwi Aziz Azizah Agustina
Foto :
Detik.com
