EJAPADMA: Artikel
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

17 November 2020

Salah Pusat atau DKI? Kerumunan Acara Habib Rizieq

jakselnews.pikiran-rakyat.com

Penanganan virus Corona Indonesia menjadi pertanyaan besar setelah Acara pernikahan putri Habib Rizieq. Ketegasan pemerintah dipertanyakan ketika acara tersebut mendatangkan ribuan orang. Mengingat bahwa saat ini tren kenaikan positif setiap harinya masih sangat tinggi. Akibat acara tersebut membuat pihak relawan dan Satgas COVID-19 menggeleng kepala.  Acara pernikahan yang seharusnya menaati protokol kesehatan namun kenyataannya banyak terjadi pelanggaran


Berbagai pihak juga menanyakan bagaimana ketegasan Pemprov DKI terkait acara yang dilakukan oleh Habib Rizieq. Banyak pihak yang mengkritik ketegasan Anies Baswedan dan menganggap bahwa membiarkan acara tersebut dilaksanakan. Memang sangat disayangkan Gubernur DKI tidak mengambil langkah tegas saat acara itu mulai dipadati oleh ribuan orang.  Padahal Pemprov DKI bisa menggerakkan kepolisian maupun Satpol PP untuk langsung membubarkan acara tersebut. 


Dikutip dari grid.id bahwa  Satgas COVID-19 membagi-bagikan masker saat acara tersebut. Namun  dapat dipahami setelah Ketua Gugus tugas percepatan penanganan covid 19 memberikan klarifikasi soal bagi-bagi Masker. Langkah yang diambil oleh Satgas covid 19 adalah sebagai Langkah terakhir  ketika  himbauan tidak dilaksanakan dengan baik. 


Terlalu cepat untuk menyalahkan Pemprov DKI maupun Satgas covid 19 terkait berlangsungnya acara pernikahan putri Habib Rizieq. Pemprov DKI sudah melakukan yang terbaik memberikan himbauan kepada Habib Rizieq agar Menaati protokol kesehatan.   Himbauan tersebut ternyata tidak diindahkan maka Pemprov DKI sudah tepat untuk memberikan sanksi  senilai 50 juta.  Banyak beranggapan bahwa denda tersebut tidak cukup untuk membuat efek Jera,  namun  denda itu sudah  sesuai dengan aturan. Jika masih kurang cukup tentu ini tugas polisi untuk menindak dengan pasal UU karantina Kesehatan.


Menurut Ketua DPP Nasdem Saan Mustofa, Pemerintah pusat dan DKI terkesan saling melempar tanggung jawab.  Hal tersebut didukung dengan pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD, bahwa urusan acara Habib Rizieq  tanggung jawab Pemprov DKI. Acara tersebut malah menjadi Bahan serangan oleh yang selalu bertentangan dengan Anies Baswedan.  Seperti salah satu politikus PKB Lukman Hakim menyatakan bahwa Anies Baswedan hanya sekedar omong belaka tanpa ada aksi.  


Adapun politikus PDIP, Handayono menyatakan bahwa pemerintah DKI tidak menggunakan langkah persuasi sebelum acara tersebut dilaksanakan mengingat banyaknya kerumunan massa yang akan hadir. Dikutip dari merdeka.com  bahwa Anies Baswedan telah mengirim surat himbauan kepada Habib Rizieq sebelum acara tersebut bahkan dia juga mengunjungi kediamannya. Dalam surat tersebut juga diberikan penjelasan tentang protokol kesehatan dan  sanksi ketika melanggarnya.


Sehingga apa yang dilakukan Pemprov DKI sebenarnya telah menggunakan langkah persuasif. Ternyata langkah persuasif tersebut tidak ditaati sehingga melakukan tindakan sanksi kepada Habib Rizieq. FPI juga sudah mengimbau  tamu yang datangmenaati protokol kesehatan,  tapi karena banyaknya massa yang datang  sehingga panitia kesulitan untuk menertibkannya. 


Jika melihat pemerintah pusat yang hanya  mengingatkan saja sebenarnya juga patut dipertanyakan. Pemerintah pusat seharusnya tidak hanya memberi peringatan namun juga ikut serta memberikan langkah konkrit untuk mengatasi kerumunan massa saat acara Habib Rizieq.  Tidak benar bahwa urusan acara tersebut hanya sekedar tanggung jawab oleh Pemprov DKI.  Butuh Kerjasama antara pemerintah pusat dan DKI untuk bisa benar-benar mencegah kerumunan massa di acara Habib Rizieq.


Mengingat bahwa acara penjemputan dihadiri oleh banyak massa tentu acara pernikahan putrinya juga banyak yang menghadiri. Mengaca dari kejadian tersebut seharusnya pemerintah pusat tahu bahwa Habib Rizieq ini mampu mengumpulkan massa yang cukup banyak. Bahkan Mahfud MD sempat mengatakan bahwa massa yang menjemput Habib Rizieq tidak terlalu banyak namun kenyataannya tidak demikian. Terlalu menganggap enteng sudah menjadi penyakit pemerintah sampai sekarang.  Jika sudah terjadi maka akan  sangat sulit diminta pertanggungjawaban. 


Melihat peristiwa tersebut bahwa Habib Rizieq bukan sekedar tokoh biasa. Pemerintah seharusnya langsung melakukan tindakan persuasif pada Habib Rizieq.  Hal tersebut sudah dilakukan oleh Pemprov DKI, namun pemerintah pusat seakan-akan menganggap enteng dan menyerahkannya kepada Pemprov DKI saja.  Pemprov DKI akan kesulitan untuk benar-benar bisa mencegah kerumunan massa di acara Habib Rizieq. Jika pemerintah pusat memberikan arahan kepada pihak Kepolisian langsung dari presiden maka kemungkinan besar tersebut bisa dicegah adanya kerumunan massa.


Permasalahan terbesar adalah menganggap Habib Rizieq itu bukan apa-apa.  memang hal penting itu hanyalah warga negara Indonesia biasa namun perlu diingat bahwa dia bisa mengumpulkan banyak massa. Bahkan ajakan rekonsiliasi ditanggapi dengan sinis oleh pemerintah pusat.  Bila pemerintah pusat mau berbincang dengan Habib Rizieq dan memberikan pengertian tentu tidak akan terjadi seperti ini. Selama ini hubungan antara pemerintah dan Habib Rizieq terkesan berseberangan bahkan pemerintah dituduh melakukan diskriminasi ulama.


Ditambah parah lagi ketika retorika pemerintah terhadap kepulangan Habib Rizieq bernada negatif. Pemerintah melalui Menkopolhukam dan Duta Besar RI untuk Arab mengatakan bahwa Habib Rizieq pulang karena dideportasi. Bukan menambah ciut nyali pendukung Habib Rizieq malah menambah orang yang bersimpati dengannya. Dengan begitu, tidak heran bahwa massa yang bisa dikumpulkan Habib Rizieq cukup banyak. Sangat masuk akal bila acara kepulangan maupun pernikahan yang diadakan Habib Rizieq membawa banyak massa tidak bisa cegah. Pemerintah pusat dan DKI sama-sama tidak mampu melihat situasi dan hanya saling melempar tanggung jawab.


ejapadma team

14 Juli 2020

TAS SIAGA NEW NORMAL



Ejapadma - Dalam menghadapi situasi New Normal mengharuskan kita untuk beraktivitas sebagaimana biasa.
Tak perlu khawatir tentang penyebaran virus corona yang masih berlangsung. Tidak terlalu takut tetapi jangan terlalu santai. Hal berikut tentang apa saja yang harus kita bawa ketika berpergian di Era New Normal : 

1. Masker 
Selain kita menggunakannya, kita juga wajib menyediakan persediaan di dalam tas.

2. Hand Sanitizer
Yang memiliki kadar kandungan alkohol 70 % supaya virus mati seketika. Tapi harus memperhatikan lingkungan sekitar karena hand sanitizer rentan terbakar ketika ada api.

3. Peralatan Makan (Tumbler, Kotak Makan)
Diusahakan membawanya secara pribadi kalau perlu di dalam kotak makan terdapat sendok dan garpu. Dan tidak lagi membeli minuman sembarangan.

4. Perlengkapan Ibadah (Sajadah, Mukena)
Menghilangkan kebiasaan meminjam perlengkapan ibadah yang berada di dalam masjid atau mushola karena penggunaannya yang dipakai oleh banyak orang.

5. Tisu (Basah/Kering)
Untuk antisipasi membersihkan sesuatu yang sekiranya kotor ketika di tempat umum.


Rafingatul Wahidah

02 Juli 2020

Dark Mode Versi Desktop Akan Segera Hadir, Yuk Intip Fitur Terbaru WhatsApp

Resmi Digulirkan, Ini Cara Aktifkan Fitur Dark Mode di WhatsApp ...
WhatsApp dark mode versi mobile. (Gambar: indozone.id)
Ejapadma.com - Sebentar lagi, WhatsApp akan segera merilis fitur baru bagi penggunanya. Salah satu fitur yang ditunggu-tunggu adalah dark mode versi desktop. WhatsApp terbilang sukses menghadirkan mode dark mode versi mobile. 

Mode gelap atau dark mode memang sangat disukai karena menghadirkan nuansa hitam yang teduh dan dinilai nyaman dilihat oleh mata. Mode ini muncul di WhatsApp mobile setelah banyak pengembang aplikasi menggunakannya.

Selain dark mode, WhatsApp juga merilis fitur kode QR  untuk menambah teman. Walaupun sebenarnya penggunaan fitur kode QR sudah digunakan berbagai aplikasi media sosial seperti Instagram ataupun BBM massenger yang telah ditutup.

Berikut fitur-fitur lainnya yang akan segera dirilis oleh WhatsApp dilansir dari tribunnews.com (2/7/2020):

Stiker animasi
Whatsapp menyebutkan, paket stiker animasi baru yang akan diluncurkan ini akan lebih seru dan ekspresif.
Kode QR Melalui fitur ini, pengguna dapat memindai kode QR mereka saat akan menambahkan kontak.
“Anda tidak perlu lagi mengetik nomor telepon satu per satu,” tulis Whatsapp.

Darkmode untuk WhatsApp web dan desktop
Jika sebelumnya darkmode hanya untuk smartphone, nantinya fitur ini dapat dinikmati para pengguna Whatsapp Web.

Peningkatan fitur pada panggilan video group

Saat ini, panggilan video dapat dilakukan dengan hingga 8 orang.
Jika ingin lebih fokus pada orang tertentu saat melakukan panggilan, pengguna dapat menekan dan menahan video peserta untuk memaksimalkannya ke layar penuh.

“Kami juga telah menambahkan ikon video di chat group dengan 8 peserta atau kurang agar Anda dapat memulai panggilan video grup secara mudah dengan sekali ketuk,” demikian keterangan Whatsapp.

Status dihadirkan pada KaiOS

Pengguna KaiOS kini dapat menggunakan fitur yang selama ini populer pada Whatsapp untuk ponsel lain yakni status pembaruan yang akan hilang setelah 24 jam.

Penulis: Aziz Setya N

25 Juni 2020

Kaderisasi Pesantren Putri Al-Mawaddah



KADERISASI PESANTREN PUTRI AL-MAWADDAH
Kaderisasi al-mawaddah generasi muda adalah cerminan suatu bangsa dimasa depan, Merekalah penentu keberhasilan suatu Bangsa karena Merekalah yang akan meneruskan estafet perjuangan bangsa. Telah kita ketahui bersama, bahwa kondisi tanah air kita saat ini belum bisa dikatakan makmur dan sejahtera, karena begitu banyak konflik yang terjadi ditanah air kita yang menyimpang dari aturan agama serta pihak yang berenang yang mudah di perbudak oleh harta dan jabatan.
Al-Mawaddah adalah pesantren putri yang tidak berpartai dan untuk semua golongan. Lembaga pendidikan khusus putri yang didirikan untuk membentengi jiwa-jiwa generasi muda dari moral-moral penjajah yang mampu meledakkan bom-bom spiritual dilingkungan masyarakat, yang mendidik santrinya agar bisa menjadi cerminan, contoh, serta teladan bagi masyarakat. disinilah para santri tidak hanya mengaji, mengkaji, tapi juga berkreasi dan berkolaborasi.
Al-mawaddah menyediakan sarana untuk menyalurkan, mengembangkan serta, menciptakan bakat dan minat para santrinya, agar mereka tidak tertinggal dan mampu bersaing di era globalisasi. Banyak kegiatan yang ada di Al-Mawaddah yang belum tentu ada diluar sana, dengan kegiatan tersebut para santri dapat mengambil banyak pelajaran, kekompakan, kesabaran, kekreativitasan,kebersamaan dan masih banyak lagi yang bisa mereka dapatkan. Tanpa kita sadari dari sinilah Al-Mawaddah mendidik santrinya agar menjadi jiwa pemimpin, pencetus ide, dan peduli satu sama lain yang kelak akan bermanfaat dilingkungan masyarakat.
Adab adalah pendidikan utama yang ada di pesantren putri Al -mawaddah. Seseorang yang beradab lebih tinggi kedudukannya dari pada orang yang berharta. Mereka lebih dihargai, dihormati, dan disegani oleh masyarakat sekitarnya. Orang yang beradab pasti memiliki banyak teman dan saudara. Namun demikian, adab dan ilmu merupakan dua hal yang tidak dapat terpisah. Adab dan karakter terbentuk karena kebiasaan kita. Memori otak kita akan menyimpan hal-hal yang sering kita lakukan ataupun kegiatan yang sama dan dilakukan berulang-ulang dalam tempo yang panjang. Jika kita melakukan aktifitas dari fajar hingga senja sebenarnya mengandung pendidikan-pendidikan tentang adab. Adab ketika dikelas, Adab bertemu teman, kakak kelas adek kelas ataupun ustdzah di jalan, Adab ketika berdiskusi dan mengeluarkan pendapat, adab ketika di masjid dan di Majlis.
Pesantren ini adalah salah satu pesantren terbaik yang ada di Indonesia. Salah satu program pembinaan santriwati yang dilakukan selama 24 jam dalam pengawasan para ustdzah-ustdzahnya. Keunggulan lainnya adalah adanya Tahfidzul Qur’an untuk santriwati yang berkeinginan untuk menghafal Al-Qur’an ini merupakan program yang tidak wajib. Dan juga di Pesantren ini juga diajarkan pembinaan adab, pembentukan dan karakter karena berbicara tentang Adab, Pembentukan dan pembinaan karakter di pesantren putri Al-Mawaddah bagi generasi muda, karena Adab, Karakter atau kebiasaan manusia itu beragam. Sehingga macam pendidikannya pun berbeda-beda. Dimata generasi milenial sekarang ini, masalah adab merupakan masalah yang membosankan untuk dibahas. Meraka lebih suka cari opini dan berdiskusi tentang pribadi, lalu bagaimana dengan santri-santri modern yang tidak kalah nge-hitz dari jajaran milenial-milenial .

Penulis ; Nr.IzzahIslamy

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done