Oleh : Siti Umi Nafi’ah
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) IAIN Ponorogo tahun ini berbeda degan tahun-tahun sebelumnya. KPM tahun ini mengusung tema “Berbekal Spirit Moderasi dan Literasi Kami Siap Mengabdi Untuk Negeri di Tengah Pandemi”. Hal ini ditujukan karena KPM tahun ini dilaksanakan dari rumah sebagai bentuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Jika tahun sebelumnya KPM dilaksanakan secara kelompok dengan desa yang telah ditentukan maka dalam situasi seperti ini, KPM dilaksanakan secara individu. Namun tidak menutup kemungkinan dilakukan secara kelompok dengan mahasiswa satu desa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Seperti yang dilakukan KPM-DR kecamatan Balong, 26 Mahasiswa angkatan 2017 IAIN Ponorogo yang tinggal di wilayah kecamatan Balong mengadakan sejumlah program kerja. Salah satu program kerja tersebut adalah “ Gerakan Masjid Bersih”. Kegiatan tersebut dilakukan mulai tanggal 12 Juni - 3 Juli 2020. Setiap seminggu sekali pada hari Jumat pagi. Mahasiswa tersebut dibagi menjadi empat kelompok dengan tujuan empat masjid atau mushola yang berbeda.
Empat masjid tersebut antara lain, Masjid Al- Huda Balong, Masjid Al-Irsyad Jalen, Mushola Bustanul Hidayah Bajang dan Masjid Ar-Rohman Purworejo. Setiap hari Jumat selama bulan Juni, setiap kelompok bergantian membersihkan masjid tersebut. Mulai dari menyapu lantai masjid, mengepel, membersihkan toilet dan sebagainya. KPM- DR Kecamatan Balong juga berkoordinasi dengan takmir atau pengurus masjid tersebut sebagai bentuk kepedulian dan menambah relasi antar masyarakat setempat.
Pandu Prabowo Mukti selaku ketua pelaksana KPM-DR kecamatan Balong, mengungkapkan tujuan diadakan kegiatan ini ialah membuka pandangan masyarakat terhadap mahasiswa yang berkontribusi sebagai agen sosial dakwah. “ Gerakan bersih masjid adalah aktualisasi dalam merawat nilai-nilai pengabdian masyarakat dalam kerangka dakwah. Hal ini bertujuan untuk membuka pandangan masyarakat terhadap mahasiswa yang dirasa terkesan akademis dan eksklusif menjadi agen sosial khususnya pada lokus sosial dakwah “ kata Mahasiswa jurusan Hukum Ekonomi Syariah tersebut.
Melalui “ Gerakan Masjid bersih “ Pandu menambahkan, kegiatan ini dapat membentuk karakter mahasiswa yang humanis dan religus. Masyarakat pun dapat merasakan output yang positif. “Manfaaat nya membentuk karakter mahasiswa yang humanis dan religius, sedangkan masyarakat dapat terbantu dalam menjaga kebersihan dan terfasilitasi beberapa alat pembersih pada masjid atau mushola tersebut “. jelasnya
Muhammad Nuril Anwar salah satu pengurus masjid Masjid Ar-Rohman desa Purworejo mengatakan “Gerakan Masjid Bersih” tersebut dapat melatih mahasiswa dalam perannya di masyarakat. “ Baik ya untuk Mahasiswa, apalagi IAIN yang bernaungan islam. Jadi sangat cocok untuk memakmurkan masjid dan melatih mahasiswa dalam bermayarakat”. Ungkap Anwar.
Anwar berpesan agar kegiatan ini tidak berhenti pada agenda KPM saja, melainkan dapat berlanjut seterusnya. “ Mahasiswa ini kan satu desa jadi bisa lebih saling mengenal, membangun solidaritas. Saya harap bersih masjid ini tidak hanya sampai pada agenda KPM saja tetapi bisa berlanjut setelah KPM-DR selesai juga”. tambahnya.
