![]() |
| Juru bicara penanganan COVID-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto. (Foto: Pacitanku.com) |
Masyarakat Pacitan dinilai memiliki kesadaran melaksanakan protokol kesehatan masih rendah. Hal ini bisa dilihat bahwa masyarakat banyak tidak memakai masker saat melakukan aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
Seperti yang dikatakan Lilik, salah satu pengunjung Pasar Arjowinangun, Rabu (1/7/2020) memang mengetahui ada aturan memakai masker saat di pasar tetapi banyak yang menghiraukan. “Ada yang pakai masker, tetapi banyak juga yang tidak. Seperti tukang parkir.”
Hal senada juga diungkapkan oleh juru bicara tim komunikasi publik penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, dikutip dari pacitanku.com “Perdagangan merupakan persoalan mendasar. Apalagi kesadaran masyarakat bermasker rendah. Sebagaimana data dari Pemprov Jatim, kesadaran masyarakat untuk bermasker hanya 30 persen,” ujarnya, Selasa (30/6/2020).
Rachmad menegaskan, tatanan kenormalan baru, sepertinya salah diartikan oleh masyarakat. Mereka mengganggap, situasi seakan sudah benar-benar normal.
“Padahal sebaliknya, saat ini situasi semakin mengkhawatirkan. Terbukti masih adanya penambahan pasien positif COVID-19 dan temuan klaster baru,” jelasnya.
“Padahal sebaliknya, saat ini situasi semakin mengkhawatirkan. Terbukti masih adanya penambahan pasien positif COVID-19 dan temuan klaster baru,” jelasnya.
Gugus tugas juga kedepannya akan memberi tindakan tegas guna meminimalisir penyebaran COVID-19. Jika ditemukan pengunjung toko maupun pasar tradisional tanpa masker maka langsung disuruh pulang.
Pewarta: Aziz Setya Nurrohman
