Dalam
kurun waktu seminggu ini kalung antivirus corona ramai diperbincangkan baik di
dunia maya maupun dunia nyata. Pasalnya dari kabar terbaru memberitakan bahwa
Kementerian Pertanian (Kementan) akan memproduksi secara masal kalung tersebut
di masyarakat luas. Belum ada riset yang pasti tentang keakuratan kalung
tersebut menangkal virus corona.
Dilansir dari berita Suara Indonesia
menurut Wakil Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia (BMI), Sukri Umar
melayangkan kritik tajam kepada Kementerian Pertanian (Kementan)
terkait kalung antivirus corona yang akan segera diproduksi.
Menurut Sukri sebaiknya Kementan
melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat seperti memberikan panduan bertani dan
berternak atau memberikan panduan pengelolaan daging agar tak jadi medium
penularan virus. "Kalung itu, obat atau
jimat. Kementan dalam wabah Covid-19 membuat panduan bertani dan beternak yang
aman, pengelolaan daging dan sebagainya agar tidak jadi hotspot penularan, subsidi
yang terdampak," katanya.
Karena semakin tak terkendalinya
peningkatan korban wabah Covid-19 berbagai pihak berlomba-lomba menyiptakan
sesuatu yang dapat menangkal virus tersebut. Seperti Kementerian Pertanian yang
berusaha membuat kalung antivirus corona. Temuan kalung ini merupakan hasil pengembangan Badan
Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan). Kalung
berbahan eucalyptus atau kerap disebut juga pohon kayu putih diyakini mampu
menangkal virus mematikan asal Wuhan.
Dikatakannya,
minyak eucalyptus sudah turun menurun digunakan orang dan sampai
sekarang tidak ada masalah. Sudah puluhan
tahun lalu orang mengenal eucalyptus atau minyak kayu putih, meskipun berbeda
sebenarnya, tetapi masih satu famili hanya beda genus di taksonomi. Bahkan
Kementan sendiri menggandeng Eagle Indo Prama untuk pengembangan dan
produksinya.
Sebenarnya bukan
Indonesia saja yang menciptakan kalung sejenis ini, Jepang terlebih dahulu berinovasi membuat
kalung tersebut dengan nama “Shut Out”. Kalung tersebut dilarang beredar di
wilayah Asia dikarenakan kandungan dasarnya adalah klorin. Dengan
kadar rendah, klorin dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan,
menimbulkan batuk, nyeri tenggorokan, iritasi kulit dan mata, serta
gatal-gatal.
Banyak cerita dalam menghadapi wabah
Covid-19 ditahun 2020, salah satunya tentang kalung antivirus corona yang
selalu berinovasi disetiap elemennya. Tetapi pastinya setiap pihak mengharapkan
hasil terbaik untuk ke depannya.
Hak cipta
gambar : economy.okezone.com
Penulis:
Rafingatul Wahidah
