Sejenis Jimat? Kalung Antivirus Corona Ramai Diperbincangkan - EJAPADMA

14 Juli 2020

Sejenis Jimat? Kalung Antivirus Corona Ramai Diperbincangkan



Dalam kurun waktu seminggu ini kalung antivirus corona ramai diperbincangkan baik di dunia maya maupun dunia nyata. Pasalnya dari kabar terbaru memberitakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) akan memproduksi secara masal kalung tersebut di masyarakat luas. Belum ada riset yang pasti tentang keakuratan kalung tersebut menangkal virus corona.

Dilansir dari berita Suara Indonesia menurut Wakil Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia (BMI), Sukri Umar melayangkan kritik tajam kepada Kementerian Pertanian (Kementan) terkait kalung antivirus corona yang akan segera diproduksi.

Menurut Sukri sebaiknya Kementan melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat seperti memberikan panduan bertani dan berternak atau memberikan panduan pengelolaan daging agar tak jadi medium penularan virus. "Kalung itu, obat atau jimat. Kementan dalam wabah Covid-19 membuat panduan bertani dan beternak yang aman, pengelolaan daging dan sebagainya agar tidak jadi hotspot penularan, subsidi yang terdampak," katanya.

Karena semakin tak terkendalinya peningkatan korban wabah Covid-19 berbagai pihak berlomba-lomba menyiptakan sesuatu yang dapat menangkal virus tersebut. Seperti Kementerian Pertanian yang berusaha membuat kalung antivirus corona. Temuan kalung ini merupakan hasil pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan). Kalung berbahan eucalyptus atau kerap disebut juga pohon kayu putih diyakini mampu menangkal virus mematikan asal Wuhan.

Dikatakannya, minyak eucalyptus sudah turun menurun digunakan orang dan sampai sekarang tidak ada masalah. Sudah puluhan tahun lalu orang mengenal eucalyptus atau minyak kayu putih, meskipun berbeda sebenarnya, tetapi masih satu famili hanya beda genus di taksonomi. Bahkan Kementan sendiri menggandeng Eagle Indo Prama untuk pengembangan dan produksinya.

Sebenarnya bukan Indonesia saja yang menciptakan kalung sejenis ini,  Jepang terlebih dahulu berinovasi membuat kalung tersebut dengan nama “Shut Out”. Kalung tersebut dilarang beredar di wilayah Asia dikarenakan kandungan dasarnya adalah klorin. Dengan kadar rendah, klorin dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, menimbulkan batuk, nyeri tenggorokan, iritasi kulit dan mata, serta gatal-gatal.

Banyak cerita dalam menghadapi wabah Covid-19 ditahun 2020, salah satunya tentang kalung antivirus corona yang selalu berinovasi disetiap elemennya. Tetapi pastinya setiap pihak mengharapkan hasil terbaik untuk ke depannya.



Hak cipta gambar : economy.okezone.com

Penulis: Rafingatul Wahidah



Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done