Ponorogo
(14/07/2020), Persyaratan Nomer 7 Tahun 2020 tentang kelengkapan dokumen
penumpang negatif Covid-19 tidak diberlakukan bagi penumpang bus Terminal Seloaji.
Kebijakan tidak dilaksanakannya rapid test tersebut dikeluarkan langsung oleh Eko
Hadi Prasetyo selaku Koordinator Satuan Pelayanan (Koorsatpel) Terminal. Hal
tersebut diambil lantaran tidak ingin memeberatkan penumpang dengan biaya
tambahan untuk melakukan rapid test maupun swab test.
Selain
itu rapid test yang dilakukan di Ponorogo tidak dipakai setibanya di daerah tujuan. Penumpang
harus melakukan rapid test ulang, karena beresiko membawa virus sewaktu dalam
perjalanan. Oleh sebab itu Koorsatpel terminal tipe A tersebut tidak memberlakukannya
di Ponorogo melainkan menganjurkan kepada penumpang untuk melaksanakan rapid
test di lokasi tujuan.
Meski
tidak diberlakukannya rapid test, terminal Seloaji tetap terapkan protokol
kesehatan. Eko Hadi Prasetyo meminta kepada pegawainya untuk selalu melakukan
pengecekan secara berkala di area terminal.
“Meski kita tidak memberlakukan
rapid test, tetapi kita tetap jalankan protokol kesehatan.” Jelas Eko Hadi
Prasetyo Koorsatpel Terminal sewaktu ditemui.
Selain
itu, penumpang juga lakukan serangkaian pengecekan oleh petugas penjaga. Penumpang
yang lolos penegecekan suhu akan dimasukkan ke bilik sterilisasi. Sebelum memasuki
dan menuruni angkutan umum penumpang diarahkan untuk mencuci tangan dan memakai
masker. Jaga jarak juga tetap diperhatikan ketika berada didalam bus. Ketentuan
ini berlaku bagi para penumpang yang akan pergi maupun tiba di Terminal Seloaji.
Terminal
Seloaji masih nampak sepi penumpang meski telah berakhirnya masa Pembatasan
Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta. Meski
PSBB telah berakhir namun tidak ada penumpang yang bertujuan ke kota tersebut. Minimnya
penumpang membuat armada yang beroprasi masih sedikit sekitar 25 sampai 30
persen. Hal ini membut armada belum
dapat beroprasi secara optimal. “Karena
sepi, armada yang tersedia hanya 25 sampai 30 persen saja, armada belum dapat
berjalan secara optimal.” Jelas Koorsatpel Terminal.
Sepinya
penumpang yang terjadi di Terminal Selo Aji tidak hanya dirasakan oleh sopir
bus lintas provinsi saja. Melainkan juga dirasakan oleh semua lapisan yang
bekerja disana. Para pekerja mengeluhkan sepinya penumpang membuat penghasilan
mereka menurun drastis dari pada hari biasanya.
Penulis : Dwi Aziz Azizah Agustina