EJAPADMA

29 Januari 2021

Durhaka! Mata Dibutakan, Orang Tua Digugat Karena Harta

 


Selamat datang  di Ejapadma  dalam acara EjaOpini, Gugatan anak kepada orang tua. akhir akhir cukup marak anak menggugat orang tua karena masalah harta. Misalnya kemarin kalau ngak salah di sumatra selatan ada ibu berumur 78 tahun digugat anak-anaknya karena warisan. apalagi kondisinya sudah tidak kuat berdiri dan duduk dengan kursi roda. Tega banget anaknya masih mikir harta bukan kondisi ibunya.

Ini fenomena agak aneh, bukan hanya itu kasusnya. ada juga seorang ibu digugat gara-gara mobil fortuner. seorang ayah juga digugat 3m oleh anaknya karena masalah tanah. Apakah cara kekeluargaan untuk menyelesaikan masalah sudah ngak berguna? 


mestinya mikir lah, harta masih bisa dicari kok. Orang tua sudah kondisi berumur dan perlu dirawat anaknya, apakah kaya gini cara membalasnya? hanya karena warisan mata sudah dibutakan. Orang tua masih ada, kok sudah minta warisan. ini ini parah banget, warisan bisa didapat kalau orang tua sudah tidak ada. orang tua masih hidup sudah minta warisan.


kalau kita bicara tentang norma ya, sedikit masuk ke hukum ni. Tindakan ini tidak sejalan dengan norma yang ditetapkan dalam Undang-undang Perkawinan. dalam UU Perkawinan mewajibkan seorang anak untuk menghormati orang tua serta wajib memelihara/merawat jika anak sudah dewasa berdasarkan Pasal 46 Ayat 1 dan 2.


Harusnya tau lah, punya rasa bahwa orang tua sudah merawat dari kecil. harusnya ada dong rasa kasih sayang. ikatan batin antara orang tua dan anak itu susah diputus, tidak ada namanya mantan anak dan mantan ayah/ibu.  Jika ada permasalahan KDRT yang dilakukan orang tua, lalu menggugatnya itu tidak masalah. Tapi ini, rata-rata orang tuanya sudah berumur dan tidak bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Anak-anaknya pun sudah menikah dan punya penghasilan sendiri.


 saya ambil contoh, kasus warisan yang dialami oleh nenek darmina. yang digugat anaknya karena masalah warisan tanah. Nenek darmina ini tinggal di daerah sumatra selatan yang berusia 78 tahun memiliki 5 anak. 3 anak perempuan menggugatnya karena cucunya bernama Angga menjual tanah untuk biaya pengobatan nenek Darmina. kasus ini sudah beberapa kali disidangkan, mediasi juga dilakukan tapi masih belum ada jalan keluar.


Cuma gara gara tanah dijual untuk mengobati sang ibu, anaknya tidak terima. apa ngak ngeliat kondisi ibunya sudah seperti itu. seharusnya membantu merawat, nenek Darmina hanya dirawat oleh cucunya Angga. Bahkan kalau saya baca di tribunnews nenek Darmina tinggal bersama angga. Anak-anaknya terutama yang menggugat beliau jarang menjenguknya.


bisa dibilang miris sekali ini, mungkin ini namanya malin kundang jaman sekarang. Ayolah pengertian dengan orang tua yang sudah kerja keras menghidupkan anak. di umur yang tua mestinya mereka hidup dengan tenang dan bahagia melihat anak-anaknya sukses. 


Ngak jauh beda yang dialami nenek Darmina, kakek koswara  digugat anaknya 3M karena masalah tanah. Dan tanah itu bakal menjadi warisan yang akan dibagikan nanti kepada anak-anaknya. Apalagi kakek koswara yang memiliki 6 anak, digugat oleh anak kedua dan istrinya karena masalah tanah warisan.


lagi lagi saya ingatkan. ketika orang tua masih hidup, seluruh harta milik orang tua bukan harta warisan. Anak tidak boleh mendapat hak warisan ketika orang tua masih ada. Jika orang tua masih hidup dan memberi tanah, itu namanya hibah/pemberian dari orang tua. 


dalam masalah kakek Koswara ini, tanah yang menjadi konflik adalah milik kakek koswara yang disewa oleh anaknya ke 2 sebagai lahan usaha. Apalagi tanah itu merupakan tanah warisan dari orang tua kakek koswara, sehingga jika kakek koswara ingin menjual tanah itu menjadi haknya karena secara sah miliknya. 


kakek koswara ingin menjual tanah itu karena masih ada ahli waris selain kakek koswara, yakni adik-adiknya. Tentu yang berhak menjadi ahli waris tanah itu adalah kakek koswara dan adik-adiknya karena tanah itu merupakan warisan dari orang tua mereka.  cucu dari orang tua kakek koswara atau anak dari kakek koswara tentu tidak mendapat warisan dari orang tua kakek koswara karena terhalang oleh adik-adiknya kakek koswara. 


intinya harta warisan orang tua kakek koswara hanya bisa diterima dirinya dan adik-adiknya. Sedangkan anak kakek koswara dan anak dari adik-adiknya tidak akan mendapat warisan. Sejatinya warisan itu diberikan dari orang tua kepada anaknya.


Kalau menurut pengacara kakek Koswara, perjanjian sewa dilakukan secara lisan dan tanah tidak hanya milik kakek Koswara. Perjanjian lisan memang secara hukum sah, tetapi jika digugat harus membawa saksi yang melihat perjanjian itu. Tapi kekuatan saksi dalam membuktikan perjanjian tanpa surat/alat bukti akan sulit dilakukan karena keterbatasan dan harus ada dua saksi minimal.


22 November 2020

TNI Ingin Bubarkan FPI, Awas Pemerintah Bisa Kena Getahnya!

tribunnews.com

Aksi penurunan baliho Habib Rizieq yang dilakukan TNI  atas perintah Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman Menuai kontroversi. Banyak pihak yang mendukung aksi TNI menurunkan baliho lantaran melanggar ketertiban umum. Banyak juga yang kontra terhadap  penurunan baliho tersebut karena menganggap TNI melampaui tugasnya.


Menurut Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi Partai Gerindra Bambang Kristiono tugas  penurunan baliho bukanlah termasuk wewenang TNI melainkan Satpol PP dan meminta agar TNI kembali ke tugas pokoknya. Namun di balik kritikan tersebut, pengamat militer Susaningtyas Nefo Handayani Kertopat, pihak TNI memiliki kewenangan karena dalam  Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, ada operasi di luar perang yang disebut OMSP (operasi militer selain perang). 


Selain itu, dasar aturan yang membuat pihak TNI ikut turun tangan karena baliho Habib Rizieq melanggar Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame. Sudah Semestinya bahwa  penurunan tersebut sebagai langkah untuk membantu Satpol PP Karena FPI kembali memasang baliho setelah Satpol PP menurunkannya. 


Bahkan Pangdam Jaya sempat mengatakan bahwa  FPI sebaiknya dibubarkan karena menganggap membawa kegaduhan di Indonesia. Kegaduhan yang dimaksud kemungkinan besar adalah peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini.  FPI juga tidak terdaftar sebagai ormas di Kemendagri semenjak tahun 2019. 


Sebaiknya pemerintah menanggapi FPI dengan langkah persuasif. Jika TNI mengancam FPI, bisa diartikan bahwa pemerintah memang melakukan hal yang sama.  Pemerintah  tetap harus memberikan perhatian penuh terkait pergerakan FPI dan jangan sampai meremehkannya. Alasannya FPI memiliki banyak sekali simpatisan dan bisa mengumpulkan mereka semua. Jika salah mengambil sikap bisa jadi pihak yang tidak bertanggung jawab membuat isu bahwa pemerintah melakukan diskriminasi terhadap ulama. 





17 November 2020

Salah Pusat atau DKI? Kerumunan Acara Habib Rizieq

jakselnews.pikiran-rakyat.com

Penanganan virus Corona Indonesia menjadi pertanyaan besar setelah Acara pernikahan putri Habib Rizieq. Ketegasan pemerintah dipertanyakan ketika acara tersebut mendatangkan ribuan orang. Mengingat bahwa saat ini tren kenaikan positif setiap harinya masih sangat tinggi. Akibat acara tersebut membuat pihak relawan dan Satgas COVID-19 menggeleng kepala.  Acara pernikahan yang seharusnya menaati protokol kesehatan namun kenyataannya banyak terjadi pelanggaran


Berbagai pihak juga menanyakan bagaimana ketegasan Pemprov DKI terkait acara yang dilakukan oleh Habib Rizieq. Banyak pihak yang mengkritik ketegasan Anies Baswedan dan menganggap bahwa membiarkan acara tersebut dilaksanakan. Memang sangat disayangkan Gubernur DKI tidak mengambil langkah tegas saat acara itu mulai dipadati oleh ribuan orang.  Padahal Pemprov DKI bisa menggerakkan kepolisian maupun Satpol PP untuk langsung membubarkan acara tersebut. 


Dikutip dari grid.id bahwa  Satgas COVID-19 membagi-bagikan masker saat acara tersebut. Namun  dapat dipahami setelah Ketua Gugus tugas percepatan penanganan covid 19 memberikan klarifikasi soal bagi-bagi Masker. Langkah yang diambil oleh Satgas covid 19 adalah sebagai Langkah terakhir  ketika  himbauan tidak dilaksanakan dengan baik. 


Terlalu cepat untuk menyalahkan Pemprov DKI maupun Satgas covid 19 terkait berlangsungnya acara pernikahan putri Habib Rizieq. Pemprov DKI sudah melakukan yang terbaik memberikan himbauan kepada Habib Rizieq agar Menaati protokol kesehatan.   Himbauan tersebut ternyata tidak diindahkan maka Pemprov DKI sudah tepat untuk memberikan sanksi  senilai 50 juta.  Banyak beranggapan bahwa denda tersebut tidak cukup untuk membuat efek Jera,  namun  denda itu sudah  sesuai dengan aturan. Jika masih kurang cukup tentu ini tugas polisi untuk menindak dengan pasal UU karantina Kesehatan.


Menurut Ketua DPP Nasdem Saan Mustofa, Pemerintah pusat dan DKI terkesan saling melempar tanggung jawab.  Hal tersebut didukung dengan pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD, bahwa urusan acara Habib Rizieq  tanggung jawab Pemprov DKI. Acara tersebut malah menjadi Bahan serangan oleh yang selalu bertentangan dengan Anies Baswedan.  Seperti salah satu politikus PKB Lukman Hakim menyatakan bahwa Anies Baswedan hanya sekedar omong belaka tanpa ada aksi.  


Adapun politikus PDIP, Handayono menyatakan bahwa pemerintah DKI tidak menggunakan langkah persuasi sebelum acara tersebut dilaksanakan mengingat banyaknya kerumunan massa yang akan hadir. Dikutip dari merdeka.com  bahwa Anies Baswedan telah mengirim surat himbauan kepada Habib Rizieq sebelum acara tersebut bahkan dia juga mengunjungi kediamannya. Dalam surat tersebut juga diberikan penjelasan tentang protokol kesehatan dan  sanksi ketika melanggarnya.


Sehingga apa yang dilakukan Pemprov DKI sebenarnya telah menggunakan langkah persuasif. Ternyata langkah persuasif tersebut tidak ditaati sehingga melakukan tindakan sanksi kepada Habib Rizieq. FPI juga sudah mengimbau  tamu yang datangmenaati protokol kesehatan,  tapi karena banyaknya massa yang datang  sehingga panitia kesulitan untuk menertibkannya. 


Jika melihat pemerintah pusat yang hanya  mengingatkan saja sebenarnya juga patut dipertanyakan. Pemerintah pusat seharusnya tidak hanya memberi peringatan namun juga ikut serta memberikan langkah konkrit untuk mengatasi kerumunan massa saat acara Habib Rizieq.  Tidak benar bahwa urusan acara tersebut hanya sekedar tanggung jawab oleh Pemprov DKI.  Butuh Kerjasama antara pemerintah pusat dan DKI untuk bisa benar-benar mencegah kerumunan massa di acara Habib Rizieq.


Mengingat bahwa acara penjemputan dihadiri oleh banyak massa tentu acara pernikahan putrinya juga banyak yang menghadiri. Mengaca dari kejadian tersebut seharusnya pemerintah pusat tahu bahwa Habib Rizieq ini mampu mengumpulkan massa yang cukup banyak. Bahkan Mahfud MD sempat mengatakan bahwa massa yang menjemput Habib Rizieq tidak terlalu banyak namun kenyataannya tidak demikian. Terlalu menganggap enteng sudah menjadi penyakit pemerintah sampai sekarang.  Jika sudah terjadi maka akan  sangat sulit diminta pertanggungjawaban. 


Melihat peristiwa tersebut bahwa Habib Rizieq bukan sekedar tokoh biasa. Pemerintah seharusnya langsung melakukan tindakan persuasif pada Habib Rizieq.  Hal tersebut sudah dilakukan oleh Pemprov DKI, namun pemerintah pusat seakan-akan menganggap enteng dan menyerahkannya kepada Pemprov DKI saja.  Pemprov DKI akan kesulitan untuk benar-benar bisa mencegah kerumunan massa di acara Habib Rizieq. Jika pemerintah pusat memberikan arahan kepada pihak Kepolisian langsung dari presiden maka kemungkinan besar tersebut bisa dicegah adanya kerumunan massa.


Permasalahan terbesar adalah menganggap Habib Rizieq itu bukan apa-apa.  memang hal penting itu hanyalah warga negara Indonesia biasa namun perlu diingat bahwa dia bisa mengumpulkan banyak massa. Bahkan ajakan rekonsiliasi ditanggapi dengan sinis oleh pemerintah pusat.  Bila pemerintah pusat mau berbincang dengan Habib Rizieq dan memberikan pengertian tentu tidak akan terjadi seperti ini. Selama ini hubungan antara pemerintah dan Habib Rizieq terkesan berseberangan bahkan pemerintah dituduh melakukan diskriminasi ulama.


Ditambah parah lagi ketika retorika pemerintah terhadap kepulangan Habib Rizieq bernada negatif. Pemerintah melalui Menkopolhukam dan Duta Besar RI untuk Arab mengatakan bahwa Habib Rizieq pulang karena dideportasi. Bukan menambah ciut nyali pendukung Habib Rizieq malah menambah orang yang bersimpati dengannya. Dengan begitu, tidak heran bahwa massa yang bisa dikumpulkan Habib Rizieq cukup banyak. Sangat masuk akal bila acara kepulangan maupun pernikahan yang diadakan Habib Rizieq membawa banyak massa tidak bisa cegah. Pemerintah pusat dan DKI sama-sama tidak mampu melihat situasi dan hanya saling melempar tanggung jawab.


ejapadma team

17 September 2020

Kubu Kesehatan vs Kubu Ekonomi: Pemerintah Daerah dan Pusat

Virus corona telah merenggut nyawa 8 ribu warga Indonesia dan kini tengah meruntuhkan ekonomi negeri ini. Pemerintah yang menolak lockdown agar ekonomi tidak rontok, sekarang justru di-lockdown negara lain sekaligus ekonomi juga terancam rontok. Bila mengingat narasi pemerintah beberapa bulan yang lalu, mereka tidak khawatir bahwa virus corona akan mengancam indonesia. 


Komunikasi pemerintah melalui media massa  kepada masyarakat untuk tidak khawatir virus corona masuk ke Indonesia. Ternyata telah menjadi buah simalakama bagi pemerintah. Ledakan kasus yang semakin tinggi membuat pemerintah terlihat gagap mengatasi krisis kesehatan. Terlihat pada awal pandemi pemerintah pusat dan pemprov DKI memiliki komunikasi sangat buruk sehingga terkesan berseberangan. Pemerintah pusat tidak mau kebijakannya didahului oleh pemprov DKI yang akhirnya virus corona terlanjur menyebar. Jika pemerintah mengambil langkah preventif seperti Vietnam mungkin tidak separah ini.


Keanehan cara berkomunikasi pemerintah kembali muncul ketika Jakarta akan melakukan PSBB seperti awal pandemi. Gubernur DKI Jakarta mengungkapkan rencana PSBB ke publik dan berakhir terkena kritikan dari para menteri Jokowi. Airlangga Hartarto bahkan sangat vokal dengan menyalahkan Anies karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok. Padahal itu sangat wajar bahwa IHSG fluktuatif mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang kritis dan perubahan arah kebijakan. 


Pada akhirnya, pemerintah daerah dan pusat memperlihatkan saling tolak belakang di hadapan rakyat sendiri. Memunculkan persepsi di masyarakat bahwa pemerintah tidak bisa kompak menghadapi pandemi ini. Seakan-akan muncul kubu kesehatan melawan kubu ekonomi. Kemrosotan ekonomi Indonesia permasalahannya bukan di sistem perekonomian, melainkan pada sektor kesehatan. Melihat data dari Satgas COVID-19 peningkatan kasus positif corona mingguan di Indonesia per 30 Agustus 2020 naik 32,9%. DKI Jakarta menjadi salah satu penyumbang persentase kenaikan nasional dengan 36,9%. Tren kenaikan itu juga berlanjut di awal September.


Wajar bila pemprov DKI menarik rem darurat untuk melaksanakan PSBB lebih diperketat. Masalahnya, Gubernur DKI Jakarta dalam mengumumkan rencana PSBB belum secara penuh berkomunikasi dengan pemerintahan pusat. Akibatnya Gubernur DKI Jakarta misskomunikasi dengan para menteri dan kepala daerah pendukung. Banyak dari mereka menolak rencana PSBB yang tentu akan mengancam ekonomi dan muncul anggapan mereka hanya peduli tentang duit. 


Maka perlu adanya tata kata dari Gubernur DKI jakarta  maupun para menteri agar tidak memunculkan anggapan yang aneh-aneh. Penataan kata diperlukan agar tidak membuat publik kaget perubahan kebijakan yang diumumkan. begitu juga kepada para menteri agar tidak langsung menyalahkan terhadap kebijakan yang dibuat oleh kepala daerah. Padahal pemerintah daerah dan pusat memiliki arah yang sama dalam kebijakan melawan virus corona, sehingga tidak ada kubu kesehatan melawan kubu ekonomi. Semuanya memang harus ditelaah secara mendalam setiap pernyataan yang keluar untuk menghindari tuduhan pernyataan yang memiliki unsur politis. Tanpa tata kata dan komunikasi yang baik maka pemerintah tidak akan bisa menata negara dengan optimal.


15 Juli 2020

jalan kaki? bukan penghalangku untuk mencari rejeki


JALAN KAKI? BUKAN PENGHALANGKU UNTUK MENCARI REJEKI


PACITAN. Seorang wanita tua penjual sayur sayuran yang tak lelah mencari rejeki demi kebutuhan sehari hari hari, dan harus mencukupi kebutuhan anak anaknya yang sedang berjuang mencapai cita cita indahnya.
Berjualan yang dilakukan demi menyambung hidupnya ini tak pernah lelah, ia harus berjualan keliling desa per desa dengan menggunakan kaki renta nya yang mulai menua, dan kadang pula di temani sang suami, Tetapi lebih seringnya ia berjualan sendiri karena,”biar bapak saja yang dirumah ngurusi hewan peliharaan” ujar, wanti. 
 Mereka yang tak memakai sepeda ataupun alat transportasi lain yang  membantu penjualan mereka,  hanya dengan jalan kaki ia menggendong renjing/keranjang bamboo, dan sang suami pula yang memikul keranjang yang digunakan tempat sayur-sayuran dan lain-lain yang akan dijualnya. dan disambi pula dengan membawa tas ditangannya yang berisikan dagangan pula. Tidak jauh beda dengan yang dialami bu giyah penjual pecel, yang setiap 2 hari pahing dan kliwon ia juga berjualan berkeliling dengan tanpa menggunakan alat transportasi, meskipun ia memiliki tempat pangkalan ia memilih bejualan berkeliling yang anggapnya lebih cepet terjual dari pada mangkal di satu tempat saja. 
 Mereka terus berjualan dengan menyelusuri jalan jalan sempit yang di setiap ada rumah harus di kunjungi dengan tujuan ada orang yang membeli dagangan yang mereka bawa. kadang kala juga mereka harus melanjutkan perjalanan lagi karena tidak ada yang membeli. Anggapnya 2 hari itu sebenarnya tidak banyak mencukupi kebutuhannya tetapi ia harus istirahat agar kesehatan terjaga karena siapa lagi yang harus mencari uang kalau mereka  sakit.
 Melihat anak anaknya yang semangat dalam berjuang menggapai impian yang indah ia juga tak pantang menyerah, sedikit demi sedikit dan ia imbangi rasa sabar ia harus mengumpulkan uang untuk mencukupi kehidupan sehari harinya dan mencukupi kebutuhan 2 anaknya yang bersekolah tersebut. 
“Dengan ini aku berjualan semoga anak anakku kelak tidak seperti saya pada masa tuanya”. Kata, wanti.

Mantan Pelatih Timnas U-23 Resmi Terjun Ke Politik

                         Foto: ig@coach_ms77


Mantan pelatih timnas U-23 yaitu rahmad darmawan resmi terjun ke politik. Rahmad darmawan yang saat ini melatih madura united mengaku sudah lama ingin terjun ke dunia politik. Dan partai demokrat yang ia pilih untuk dirinya. Sementara alasanya bergabung dengan partai demokrat yaitu menurut dia partai demokrat merupakan partai yang konsisten membawa kebaikan.

" Historical yang sudah sangat saya pelajari sejak tahun 2004, partai demokrat sampai saat ini adalah partai yang konsisten dalam mewujudkan cita-citanya untuk selalu mengedepankan hukum sebagai landasan utama untuk membangun bangsa dan negara, serta terus konsisten menyuarakan kesejahteraan rakyat indonesia," ujar rahmad, Rabu (15/7) dilansir dari kumparan.com. Menurut RD banyak orang-orang yang memanfaatkan sepakbola untuk terjun ke politik terutama ketika berada di PSSI.

Agus yudhoyono menjelaskan alaaan RD berniat terjun ke politik. Menurut Agus, RD bercita-cita untuk menyelamatkan anak muda di daerah asalnya, Lampung, dan bahaya narkoba. " Selama bergabung di demokrat coach rahmad darmawan seorang pelatih sepakbola nasional yang sangat peduli dengan cita-cita anak bangsa dalam bidang sepakbola," kata Agus Yudhoyono di akun twitter-nya.

Rahmad darmawan menambah rekam jejak seorang pelatih yang pindah ke politik. Yang sebelumya di tahun 2019 sudah ada seorang asisten pelatih yang pindah ke politik yaitu Budi sudarsono. Dengan adanya pesepakbola yang pindah ke politik semoga dari tahun ke tahun bisa membuat poitik di indonesia semakin ramai.

14 Juli 2020

TAS SIAGA NEW NORMAL



Ejapadma - Dalam menghadapi situasi New Normal mengharuskan kita untuk beraktivitas sebagaimana biasa.
Tak perlu khawatir tentang penyebaran virus corona yang masih berlangsung. Tidak terlalu takut tetapi jangan terlalu santai. Hal berikut tentang apa saja yang harus kita bawa ketika berpergian di Era New Normal : 

1. Masker 
Selain kita menggunakannya, kita juga wajib menyediakan persediaan di dalam tas.

2. Hand Sanitizer
Yang memiliki kadar kandungan alkohol 70 % supaya virus mati seketika. Tapi harus memperhatikan lingkungan sekitar karena hand sanitizer rentan terbakar ketika ada api.

3. Peralatan Makan (Tumbler, Kotak Makan)
Diusahakan membawanya secara pribadi kalau perlu di dalam kotak makan terdapat sendok dan garpu. Dan tidak lagi membeli minuman sembarangan.

4. Perlengkapan Ibadah (Sajadah, Mukena)
Menghilangkan kebiasaan meminjam perlengkapan ibadah yang berada di dalam masjid atau mushola karena penggunaannya yang dipakai oleh banyak orang.

5. Tisu (Basah/Kering)
Untuk antisipasi membersihkan sesuatu yang sekiranya kotor ketika di tempat umum.


Rafingatul Wahidah

Inilah Istilah Baru Kasus COVID-19 Pengganti ODP, PDP, dan OTG



Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto resmi mengganti istilah penyebutan pasien COVID-19 pada Senin, 13 Juli 2020. 

Dalam Kepmen yang ditandatangani pada 13 Juli 2020 tersebut, Terawan mengganti istilah orang dalam pemantauan ( ODP), pasien dalam pengawasan ( PDP), dan orang tanpa gejala ( OTG) dengan sejumlah definisi baru.

Berikut daftar penggantian istilah dikutip dari lembaran Kepmenkes HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease, Selasa (14/06/2020):

Kasus Suspek
Seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:
a. Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.
b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, pernah kontak dengan kasus konfirmasi atau probable COVID-19.
c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Kasus Probable

Kasus suspek dengan ISPA berat/ARDS (sindrom pernapasan akut)/ meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 namun belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Kasus Konfirmasi

Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan lab RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi 2 yakni:
- Simptomatik atau konfirmasi dengan gejala
- Asimptomatik atau konfirmasi tanpa gejala

Kontak Erat

Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau kasus konfirmasi COVID-19.
Kriteria Kontak Erat yang dimaksud adalah:
a. Tatap muka atau berdekatan dengan kasus probable atau konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.
b. Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi, seperti bersalaman/berpegangan tangan.
c. Orang yang memberikan perawatan langsung pada kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD standar.
d. Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko oleh tim penyelidik epidemiologi.

Pelaku Perjalanan

Seseorang yang melakukan perjalanan di dalam atau luar negeri pada 14 hari terakhir.

Discarded

Istilah ini merujuk pada pasien sembuh. Adapun kriterianya yakni:
- Pasien yang hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu 24 jam.
- Seseorang yang berstatus Kontak Erat dan sudah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.
Penulis dan desain: Aziz Setya Nurrohman

Jangan Malas, Mari Bergerak !!



Infografis oleh Siti Umi N.


  " Nanti dulu deh.. Mager banget "
Eiitts.. Kalau kamu begitu terus. Bisa-Bisa pekerjaan gak akan selesai loh.

Berikut cara menghilangkan rasa malas yang bikin keadaan lebih baik :
1. Jangan Menunda
    Segera kerjakan tugas kamu. Menuda cuma bikin pekerjaan gak selesai-selesai dan akhirnya menyesal deh..
2. Buat Target
  Tulis list jadwal pekerjaan kamu di suatu tempat yang gampang kamu lihat. Seperti dilemari, tembok atau pintu.
3. Berfikir Positif
    Jangan Pesimis. Yakinkan diri bahwa kamu bisa.
4. Berolahraga
    Walaupun kamu sedang banyak pekerjaan tapi pastikan tubuhmu tetap sehat dan kuat. Olahraga ringan seperti peregangan dan bersepeda membuat otot tubuh lebih rileks.
5. Menumbuhkan Motivasi Diri
  Dengarkan atau tonton perjuangan seseorang dalam meraih kesuksesan. Bisa jadi kamu akan tergugah untuk mengikuti kiat-kiat sukses orang tersebut.

Itulah beberapa tips untuk menghilangkan rasa malas yang wajib kalian mulai. So, Kalau bukan sekarang kapan lagi !

Keeleganan Liontin Anticorona Rilisan NASA



Ejapadma - Kalung terbitan laboraturium Badan Antariksa Amerika atau biasa disebut NASA memiliki nama “Pulse”. Kalung ini tidak mengedepankan unsur kandungan yang terdapat di dalamnya, melainkan mengedepankan unsur teknologi. Pulse memiliki sensor jarak jauh yang apabila tangan mulai mendekati wajah maka liontin yang terdapat pada kalung akan bergetar.

Dilansir dari cnet.com “ Pulse ditujukan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 yang bisa terjadi akibat menyentuh permukaan tubuh terinfeksi menggunakan tangan. Lalu, menyentuh mata, hidung atau mulut,” tulis NASA dalam sebuah brosur seputar produk tersebut.

Memang kalung tersebut diciptakan untuk meminimalisir terjadinya penularan virus melalui kontak fisik secara langsung pada tubuh kita. Bukan semata-mata menggunakan kalung tersebut virus akan menghindar.

Walau sudah memakainya NASA mengharapkan bagi para penggunanya tidak acuh terhadap aturan protokol kesehatan selama pandemi,  seperti wajib menggunakan masker dan jaga jarak. Karena kalung ini hanya bersifat sebagai pengingat yang berbentuk aksesoris.

Sementera kalung ini belum bisa diproduksi secara masal untuk khalayak umum. Tetapi NASA hanya membagikan desain yang dibuat tiga karyawannya yang di situs resminya. Mereka menjelaskan bahan, alat, dan metode perakitannya. Kalung itu disebut mudah diproduksi menggunakan printer 3-D.

 

Hak Cipta Gambar : INDOZONE

Penulis : Rafingatul Wahidah


Remeh, Namun Perlu Diwaspadai


Sejenis Jimat? Kalung Antivirus Corona Ramai Diperbincangkan



Dalam kurun waktu seminggu ini kalung antivirus corona ramai diperbincangkan baik di dunia maya maupun dunia nyata. Pasalnya dari kabar terbaru memberitakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) akan memproduksi secara masal kalung tersebut di masyarakat luas. Belum ada riset yang pasti tentang keakuratan kalung tersebut menangkal virus corona.

Dilansir dari berita Suara Indonesia menurut Wakil Ketua Umum DPN Bintang Muda Indonesia (BMI), Sukri Umar melayangkan kritik tajam kepada Kementerian Pertanian (Kementan) terkait kalung antivirus corona yang akan segera diproduksi.

Menurut Sukri sebaiknya Kementan melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat seperti memberikan panduan bertani dan berternak atau memberikan panduan pengelolaan daging agar tak jadi medium penularan virus. "Kalung itu, obat atau jimat. Kementan dalam wabah Covid-19 membuat panduan bertani dan beternak yang aman, pengelolaan daging dan sebagainya agar tidak jadi hotspot penularan, subsidi yang terdampak," katanya.

Karena semakin tak terkendalinya peningkatan korban wabah Covid-19 berbagai pihak berlomba-lomba menyiptakan sesuatu yang dapat menangkal virus tersebut. Seperti Kementerian Pertanian yang berusaha membuat kalung antivirus corona. Temuan kalung ini merupakan hasil pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan). Kalung berbahan eucalyptus atau kerap disebut juga pohon kayu putih diyakini mampu menangkal virus mematikan asal Wuhan.

Dikatakannya, minyak eucalyptus sudah turun menurun digunakan orang dan sampai sekarang tidak ada masalah. Sudah puluhan tahun lalu orang mengenal eucalyptus atau minyak kayu putih, meskipun berbeda sebenarnya, tetapi masih satu famili hanya beda genus di taksonomi. Bahkan Kementan sendiri menggandeng Eagle Indo Prama untuk pengembangan dan produksinya.

Sebenarnya bukan Indonesia saja yang menciptakan kalung sejenis ini,  Jepang terlebih dahulu berinovasi membuat kalung tersebut dengan nama “Shut Out”. Kalung tersebut dilarang beredar di wilayah Asia dikarenakan kandungan dasarnya adalah klorin. Dengan kadar rendah, klorin dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, menimbulkan batuk, nyeri tenggorokan, iritasi kulit dan mata, serta gatal-gatal.

Banyak cerita dalam menghadapi wabah Covid-19 ditahun 2020, salah satunya tentang kalung antivirus corona yang selalu berinovasi disetiap elemennya. Tetapi pastinya setiap pihak mengharapkan hasil terbaik untuk ke depannya.



Hak cipta gambar : economy.okezone.com

Penulis: Rafingatul Wahidah


Cara Sederhana, Cegah Covid-19


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done